Terbang Jumat, Tiket Setengah Juta

MALANG – Tidak sampai sepekan kedepan, penerbangan Malang-Balikpapan, akan bisa ditemukan di Bandara Abd. Saleh Malang. Maskapai Kalstar Aviation, akan mengisi slot tersebut, setelah sempat tertunda sebulan lebih.
‘’Akhirnya sudah ada informasi dari Jakarta, mengenai kepastian penerbangan Malang-Balikpapan dan sebaliknya. Mulai 17 Januari nanti, bila tidak ada aral melintang kami mulai,’’ ujar Pjs Branch Manager Kalstar Aviation Malang, Joko Sudarsono.
Dia berharap, tidak ada lagi yang menunda mengenai rute baru yang diambil Kalstar tersebut. Pasalnya, selain sudah melakukan promo untuk penjualan tiket, Kalstar juga telah menyelenggarakan agents gathering untuk area Malang, Kediri, hingga Jember yang berlangsung Rabu (8/1) lalu.
Jika melihat sudah terjadi agents gathering, bisa dipastikan Kalstar optimis landing pertama di Malang dengan pesawat Boeing 737-500 yang diusung Kalstar akan terjadi Jumat (17/1) depan.
Jadwalnya, berangkat dari Balikpapan pukul 10.35 WITA. Sementara penerbangan dari Malang ke Balikpapan pukul 11.40 WIB. ‘’Selisihnya kan satu jam. Jadi berangkat dari Balikpapan masih pukul 09.35 WIB,’’ tegasnya kepada Malang Post.
Menurut dia, untuk perizinan semua sudah selesai dan sudah mendapatkan persetujuan dari pengelola kedua bandara. Sehingga tidak heran, dari kantor pusat Kalstar yang berada di Serpong, sudah memberikan kepastian tanggal, juga harga tiket promo untuk penerbangan perdana tersebut. Bahkan menurut Joko, agen tiket sudah gencar menawarkan tiket penerbangan sejak akhir tahun lalu.
‘’Ya memang dari pengelola bandara, sebelumnya sudah memberikan lampu hijau. Asalkan jamnya sesuai dan tidak mengganggu jadwal penerbangan lain. Begitu Kalstar sepakat dengan jam yang ditawarkan, ya pasti terbang,’’ papar dia panjang lebar.
Lebih lanjut, Joko mengungkapkan, untuk harga promo ini Kalstar memberikan harga tiket Malang-Balikpapan sebesar Rp 599 ribu untuk pesawat berkapasitas 125 penung tersebut.
Setidaknya harga itu akan bertahan selama sebulan pasca penerbangan perdana sebagai harga perkenalan kepada calon penumpang Kalstar. Setelah itu, tiket berangsur-angsur akan diposisikan pada harga normal.
Joko menyebutkan, dibukanya jalur ini menjadi akhir penantian masyarakat yang selama ini menunggu adanya rute strategis tersebut. Menurutnya, banyak mahasiswa dan juga pegawai dari Malang ke Balikpapan atau sebaliknya.
‘’Mahasiswa dari Kalimantan banyak yang kuliah di Malang. Sementara itu orang Malang, banyak yang bekerja di pertambangan di Kalimantan,’’ urainya.
Bila melihat potensi tersebut, Kalstar optimis dengan load factor. Setidaknya, target 80 persen telah dicanangkan dalam kurung waktu tiga bulan pertama.
Sementara itu, Kadisops Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Kolonel Penerbang Zulfahmi mengatakan, hasil kajian penerbangan Kalstar telah dikirimkan ke Mabes AU. Hasilnya cenderung positif untuk rencana ekspansi Kalstar.
Saat ini, tinggal menunggu Mabes AU yang memutuskan, apakah Kalstar mendapatkan izin atau tidak, sebab yang berhak mengeluarkan izin adalah Mabes AU. ‘’Kalau dari kami sudah setuju, karena Kalstar juga mau menerima jam yang kami usulkan,’’ ujarnya. (ley/avi)