BPJS Kesehatan Banjir Keluhan

TERIMA PESERTA: Petugas BPJS Kesehatan memberikan penjelasan kepada masyarakat yang sebagian besar belum paham mengenai sistem penjaminan kesehatan yang baru.

MALANG - Sudah hampir dua pekan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi lembaga penjamin masyarakat di bidang kesehatan. Selama itu pula, lembaga yangs ebelumnya bernama PT Askes ini menerima banyak keluhan dari masyarakat. Sebagian besar keluhan adalah belum paham mengenai tata cara memperoleh jaminan kesehatan terbaru.
"Memang ada selentingan yang kami terima mengenai keluhan pelayanan yang diterima jauh berbeda dari sebelumnya. Khususnya dari karyawan perusahaan," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Bimantoro.
Menurut dia, ada dari perwakilan perusahaan yang mendatangi kantor BPJS Kesehatan untuk berkeluh kesah mengenai sistem penjaminan kesehatan yang baru. Ia menegaskan, sejatinya tidak ada yang berubah mengenai pelayanan kesehatan yang diberikan.
"Ada tahapan atau kriteria ketika calon pasien hendak meminta pelayanan sebuah klinik dan juga rumah sakit. Bila keluhan masih tingkat dasar, maka faskesnya di tingkat klinik, dokter keluarga atau puskesmas. Tidak bisa langsung menuju rumah sakit tingkat lanjutan," papar dia panjang lebar.
Masih menurut dia, memang ada laporan pasien yang ditolak ketika di rumah sakit, sebab belum mendapat rujukan dari faskes tingkat dasar. Jadi,  bila ada rekomendasi dari dokter keluarga atau klinik untuk perawatan lanjutan, pasti langsung diterima di rumah sakit besar seperti RS Saiful Anwar.
Dia memastikan tidak ada perubahan fasilitas, baik yang didapat dari pekerja yang dulunya di BPJS Ketenagakerjaan (dulu Jamsostek) dan Asabri untuk TNI dan Polri. Mereka masih bisa menggunakan faskes dengan kartu anggota lama, sembari distribusi kartu BPJS Kesehatan.
Menurut pria yang kerap disapa Bimo ini, paling lambat Maret sudah selesai pendistribusian kepada perusahaan. Sebab saat ini masih dalam tahap registrasi.
"Bahkan untuk yang peralihan masih bermasalah, karena pendaftaran lebih pada instansinya dengan jumlah karyawan yang dijaminkan berapa. Padahal kami butuh datanya lengkap," tegas dia kepada Malang Post.
Saat ini BPJS Kesehatan juga sedang berusaha maksimal melayani registrasi serta pendaftaran dari peserta baru. Sementara pada awal Januari lalu posisi peserta masih di kisaran 1,2 juta orang untuk wilayah Malang Raya. "Dalam kurun waktu 10 hari pertama 2014, terdapat tambahan mencapai 1000an peserta non registrasi," pungkasnya. (ley/fia)