Realisasi Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan Rp 99,18 Miliar

MALANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Malang (dulu Jamsostek) sukses menyalurkan pembayaran jaminan kepada anggotanya mencapai Rp 99,18 miliar di tahun 2013. Jumlah tersebut terdiri dari pembayaran jaminan untuk program paket BPJS Ketenagakerjaan maupun non paket. Jaminan yang masuk dalam kategori paket meliputi jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan kematian (JKM) dan jaminan pemeliharaan kesehatan.
Sementara untuk sektor non paket seperti jaminan luar hubungan kerja atau mandiri, perorangan dan jasa konstruksi. “Dua bagian ini hasilnya sebesar Rp 98,92 miliar untuk paket, dan Rp 264,7 juta untuk non paket,” terang Kepala BPJS Cabang Malang, Sri Subekti. Menurut dia, jumlah diantara dua sektor tersebut memang tidak sebanding. Pasalnya, untuk sektor paket tersebut pesertanya merupakan tenaga kerja dari perusahaan formal. Sementara untuk bagian non paket pesertanya merupakan pekerja di sektor informal seperti Usaha Kecil menengah (UKM) serta pekerja dari jasa konstruksi.
Perempuan yang akrab dipanggil Betty ini pun merinci, pembayaran untuk sektor JHT paling besar di tahun 2013, yakni sebesar Rp 75.34 miliar. Sekitar 74 persen dana yang terkumpul disalurkan untuk JHT tersebut. Kemudian untuk pembayaran JKK sebesar Rp 5,73 miliar dan jaminan kematian mencapai Rp 4,66 miliar.  Sementara itu untuk JPK, yang tahun ini untuk pembayaran premi maupun dananya dikelola oleh BPJS Kesehatan, tahun lalu realisasi penyaluran mencapai Rp 17,17 miliar.
“Jadi tahun ini, baik premi maupun pembayaran BPJS Ketenagakerjaan hilang di bagian ini,” terangnya kepada Malang Post. Perempuan yang sebelumnya bertugas di Blitar ini menambahkan, untuk rincian dari sektor non paket atau bisa dibilang dari sektor informal. Sebesar Rp 52,79 juta disalurkan kepada tenaga kerja yang mandiri yang berada di luar hubungan kerja, Rp 61,64 juta dari sektor perorangan dan Rp 150,3 juta dari bagian jasa konstruksi.
Sedangkan di tahun 2014 ini BPJS Ketenagakerjaan menargetkan pertumbuhan di kisaran 20 persen, baik pengumpulan premi maupun realisasi pembayaran. Menurut dia bila pertumbuhannya tercapai seperti halnya di tahun ini, bisa menjadi bukti bila BPJS Ketenagakerjaan ini dipercaya oleh masyarakat. Salah satu sasarannya di tahun ini berfokus pada sektor informal.  (ley/mar)