Minuman 80an untuk Souvenir Pernikahan

MALANG – Yuniq Souvenir bisa menjadi solusi bagi Anda yang tengah mempersiapkan acara pernikahan, dan sedang berburu souvenir menarik untuk hari bersejarah tersebut. Beraneka ragam souvenir siap menggoda Anda, dan salah satu andalannya adalah Indo Saparella. Sebotol minuman herbal dikemas dalam botol berukuran 300 ml.
“Indo Saparella ini menjadi salah satu souvenir andalan kami. Sebotol minuman kuno yang terkenal di tahun 1980an. Namun kali ini kemasannya jauh lebih menarik,” ujar Owner Yuniq Souvenir, Mirasari Pranatari.
Menurut dia, Indo Saparella merupakan minuman lokal yang terbuat dari tanaman perdu sarsaparilla dan produksinya berada di Jogjakarta. Minuman tersebut kalah dari minuman berkarbonasi yang kini bertebaran di Indonesia.
“Keberadaannya sempat menghilang, tetapi ketika muncul, cocok untuk hadiah atau souvenir pernikahan. Salah satunya Yuniq menjadikan andalan untuk souvenir,” tegas dia.
Selain itu, minuman ini bisa juga dijadikan sebagai minuman wine toast, bagi pengantin yang enggan mengonsumsi alkohol. Bisa juga dijadikan pilihan minuman untuk acara ulang tahun. Sebab rasanya yang mint, dan baunya khas sarsaparilla sangat kuat begitu tutup botol dibuka, kemudian dituangkan ke dalam gelas
Menurut Mira, harganya per botol sebesar Rp 15 ribu, namun pembelian per lusin harganya pasti jauh lebih murah. Sementara itu, bila Anda mempercayakan modifikasi sebotol Indo Saparella, bandrol harganya dipatok menjadi Rp 17,5 ribu per botol.
“Bila dijadikan souvenir kami tinggal menghiasnya di beberapa sudut, atau bahkan membungkusnya dengan mika,” urai dia kepada Malang Post.
Dia menambahkan, bila menginginkan souvenir lain, Anda bisa memilih atau menentukan sendiri model serta harganya. Mira mematok bandrol mulai Rp 5000 untuk model paling sederhana, hingga di kisaran Rp 50 ribu.
“Untuk souvenir sih harganya sekitar itu. Tetapi tidak jarang ada customer yang memesan souvenir berukuran besar, fungsinya sebagai hadiah ulang tahun. Souvenir kami intinya by request customer,” tukasnya. (ley/fia)