RNI Segera Buka 50 Waroeng Rajawali di Malang

MALANG - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mulai melebarkan sayap di bidang industri perdagangan dengan membuka gerai ritel bernama Waroeng Rajawali. Di Malang, toko modern ini telah berdisi sebanyak empat unit.
"Yang sudah soft opening yakni di Jalan Ahmad Yani, Jalan Simpang Wilis, Jalan Kawi Atas dan Jalan KH. Wachid Hasyim. Grand openingnya nanti 25 Januari, berlangsung serentak, namun simbolisnya di Jalan Ahmad Yani," ungkap Kepala Depo Waroeng Rajawali, Imamudin.
Menurut pria yang kerap disapa Imam ini, RNI menargetkan 50 gerai berdiri di Malang Raya pada tahun ini. Tidak hanya di lingkup kota saja, tetapi hingga ke kabupaten Malang dan wilayah Batu. Imam mengatakan, adanya kompetitor  yang telah lebih dulu eksis tidak menjadi halangan bagi RNI untuk melakukan ekspansi di wilayah Malang Raya.
"Asumsinya, bila di wilayah tersebut telah berdiri gerai ritel, bahkan lebih dari satu gerai untuk brand yang sama, maka masyarakat yang meminati keberadaannya sangat besar. Potensi tersebut coba digarap RNI sejak tahun lalu, dengan mendirikan Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali," bebernya kepada Malang Post.
Dia menambahkan, untuk Malang Raya namanya Waroeng Rajawali. Setelah 4 gerai di Kota Malang, akan menyusul berikutnya 5 gerai seperti di Kacuk, Asrikaton, Krebet dan Bululawang, yang kini progres pembangunannya sudah dalam tahap finishing.
"Lima gerai tambahan sudah siap operasi medio Februari nanti, dan kami juga sudah mencari titik lain yang siap didirikan gerai ini. Dari 50 gerai, hingga pertengahan tahun harus 30 yang sudah beroperasi," imbuhnya.
Untuk produk, sebagian besar sama dengan milik kompetitor. Namun, salah satu perbedaan yang diusung yakni dengan mengandalkan produk dari perusahaan BUMN. Selain Raja Gula dan produk farmasi, Waroeng Rajawali juga memasarkan Kopi Luwak Nusantara.
Sementara itu di wilayah Malang sendiri Imam mencanangkan produk yang mengisi gerai nantinya berupa produk UKM dari Malang Raya. "Sehingga Waroeng Rajawali ini keberadaannya juga sebagai upaya mengangkat produk lokal, yang dipadu dengan produk bisnis BUMN dan industri lain. Tetapi on progress, karena kami masih menghimpun UKM yang siap jadi supplier gerai," pungkasnya. (ley/fia)