OJK Sebar 2200 Mahasiswa untuk Sosialisasi

MALANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat terobosan dalam melakukan sosialisasi mengenai peran dan tugasnya. Kali ini, OJK menjalin kerjasama dengan UMM melalui 2200 mahasiswa yang akan berangkat KKN di wilayah yang tersebar di Malang Raya.  
Para mahasiswa sebelumnya mendapatkan pembekalan tentang semua hal yang berkaitan dengan OJK dan lembaga keuangan. Harapannya, saat mereka terjun mengabdi di masyarakat bisa menyampaikan apa yang sudah diperoleh tersebut. Sebab menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, hingga saat ini akses masyarakat terhadap lembaga keuangan masih sangat minim, hanya 22 persen. Dari jumlah tersebut, yang memiliki hubungan dengan jasa keuangan lain tinggal separuhnya atau 11 persen. Yang lebih rendah lagi, dari 1000 orang hanya 4 persen yang paham tentang pasar modal.
Padahal, lanjut Muliaman, saat masyarakat bisa mengakses dan semakin dekat dengan jasa keuangan  serta sumber modal, maka semakin sejahtera juga mereka. “Keterbatasan masyarakat terhadap akses lembaga keuangan ini terjadi karena banyak faktor, tidak adanya kemauan, kemampuan, serta kurangnya pengetahuan dan edukasi. Nah, melalui adik-adik mahasiswa UMM yang akan KKN, saya menitip pesan kepada mereka untuk melakukan sosialisasi sekaligus evaluasi terhadap akses jasa keuangan masyarakat di tempat mereka mengabdi. Setelah usai KKN, mahasiswa juga bisa memberikan usul bagaimana cara meningkatkan akses masyarakat tersebut,” kata Muliaman saat memberikan kuliah umum dalam pelepasan KKN mahasiswa UMM, Sabtu (18/1/14) lalu.  
Alumnus John F Kennedy School of Government, Harvard University ini berharap, masyarakat akan lebih paham tentang lembaga keuangan dan perbankan setelah mendapat pencerahan dan edukasi dari mahasiswa, sehingga mereka bisa dan lebih berani mengakses jasa keuangan terdekat. Tidak hanya itu, masyarakat juga tidak mudah tertipu oleh tawaran investasi bodong ataupun rayuan dari bank titil. Apalagi bersamaan dengan kuliah umum tersebut, OJK juga menyerahkan lima unit simulasi bank mini yang diterima langsung oleh Rektor UMM, Muhadjir Effendy.
“Simulasi bank mini ini juga bisa menjadi salah satu cara dalam melakukan edukasi tentang perbankan kepada masyarakat,” tambahnya.
Di samping simulasi bank mini, UMM juga bisa memanfaatkan satu unit Simolek, mobil sosialisasi literasi OJK yang dimiliki OJK Malang. “Simolek dilengkapi dengan perangkat audio video untuk memberitahukan tugas dan peran OJK. Bila mahasiswa berperan serta dalam sosialisasi, bisa memanfaatkan Simolek ini bersama OJK,” paparnya kepada Malang Post.
Lebih lanjut, peraih PhD dari Monash University Australia ini mengungkapkan, kerjasama dengan menggandeng mahasiswa KKN ini merupakan yang pertama dilakukan oleh OJK. Banyaknya SDM mahasiswa serta luasnya jangkauan pengabdian mereka, membuat KKN tematik ini bisa menyentuh lapisan masyarakat yang menjadi sasaran sosialisasi OJK.
Di luar Malang, tercatat UGM dan IPB sudah sepakat untuk menggelar kerjasama. Sementara di Malang dia mengakui banyak kampus berpotensi seperti UB, UM dan perguruan tinggi lain yang bisa digandeng. (ley/han)