Imlek, Masa Panen Pengrajin Lampion

SAMBUT TAHUN KUDA: Pengrajin tampak serius mengerjakan pesanan lampion yang meningkat tajam jelang Imlek.

MALANG - Cempaka Lampion, produsen lampu hias asal Malang kebanjiran pesanan menjelang perayaan tahun baru Imlek. Beberapa hari ini kesibukan pembuatan lampion di Jalan Jl. Ir. H.Juanda V/12 Jodipan Kota Malang itu terus meningkat. Dibanding hari biasa, order lampu hias meningkat hingga 50 persen.
Produsen lampion itu telah eksis di Kota Malang sejak delapan tahun yang lalu. Selama ini melayani permintaan dari lokal Malang Raya hingga ke luar daerah. Kenaikan permintaan terjadi pada momen tahun baru Masehi serta tahun baru Imlek.
“Untuk Imlek tahun ini sudah meningkat kisaran 40 sampai dengan 50 persen,” ujar Ahmad Samsudin pemilik Cempaka Lampion.
Pemesanan dalam jumlah besar, menurut Ahmad berasal dari Jakarta dan Balikpapan. Dari Jakarta dipesan oleh warga Tionghoa yang sudah menjadi langganannya. Sedangkan pesanan dari Balikpapan berasal dari Pemerintah Daerah setempat. “Setiap hari kami membuat sekitar 200 lampion berbagai ukuran,” kata dia.
Harga lampion produksinya, mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 5 juta. Perbedaan harga itu didasarkan dari kesulitan pembuatan, bahan serta ukuran lampion. Semakin besar lampion, maka harganya juga semakin mahal.
“Yang Rp 5 juta itu ukurannya mencapai 5 meter dengan bahan dari besi dan kain,” terangnya.
Tren saat ini, menurut Ahmad berupa lampion berbentuk bola. Diperkirakan tren ini muncul karena menjelang Piala Dunia. Selain mengikuti tren, Cempaka Lampion juga melayani model sesuai permintaan klien.
“Kami bisa membuat model pesawat dan lain-lain, mengikuti kemauan konsumen,” imbuhnya.
Agar proses produksi berjalan lancar, Ahmad melibatkan sekitar tujuh pekerja. Keseluruhan pekerja telah dianggap mahir membuat lampion. Mereka bisa mengikuti model maupun sketsa yang dia rancang.
“Sebelum imlek, paling banyak kami membuat 150 lampion per hari,” akunya.
Untuk lokal Malang, kebanyakan berupa lampion berdiameter 30 cm. Harga lokal untuk ukuran tersebut, dipatok Rp 25 ribu. Selama ini yang memesan karyanya berasal dari perorangan.
“Kalau lokal Malang kebanyakan dari perorangan, biasanya minta model yang berbeda-beda, kami tinggal menyesuaikan, namun ada juga model yang sudah paten, seperti pesawat maupun untuk lampu hias ruang tamu,” tandas dia.(ary/fia)