Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Banjir Bikin Macet Sales Otomotif

MALANG - Banjir yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di Jakarta, mulai berdampak pada sektor ekonomi bisnis di wilayah lain. Di Kota Malang misalnya, sektor otomotif menjadi salah satu bisnis yang terpengaruh dengan banjir tersebut.
Branch Manager PT Smart Mulia Abadi, Authorized Dealer Chevrolet Malang, Arif Cahyono mengakui imbas banjir di Jakarta sudah mulai terasa di show roomnya. "Di Chevrolet ini pengaruhnya mulai terasa, sebab sudah terlambat suplai unitnya. Sekitar dua minggu keterlambatannya," ujar dia.
Menurutnya, suplai Chevrolet untuk tahun 2014 ini belum satupun masuk ke Malang.Sesuai jadwal, seharusnya pada 10 Januari lalu, unit baru sudah sampai di Malang. Tetapi kenyataannya, hingga Minggu ketiga Januari masih belum bisa dikirim dari Jakarta.
"Ya faktor bencana ini membuat jasa ekspedisi yang mengirimkan unit mobil enggan. Sebab resikonya besar ketika diangkut dengan kondisi hujan deras, masih ditambah pula banjir yang rata-rata mencapai satu meter. Harusnya sudah ada minimal 30 unit yang masuk sebelum pertengahan Januari," paparnya panjang lebar.
Kondisi tersebut membuat Chevrolet kesulitan melakukan penjualan. Sehingga, target penjualan sebanyak 52 unit di Januari belum tercapai 50 persen. Alasan utamanya yakni unit tersisa dari stok 2013 lalu yang tidak mencapai 20 unit kini sudah habis. Menurut pria yang kerap disapa Cahyo ini, customer jadi menahan diri untuk membeli mobil baru.
"Kami juga menjanjikan dulu, seperti penjualan inden. Tetapi, ini belum tau kapan jangkanya. Awalnya kami menjanjikan seminggu kepada customer, eh sekarang lebih panjang lagi. Bahkan saking terbatasnya, ketika mengikuti pameran otomotif pun kami hanya membawa satu unit mobi saja," tambahnya.
Hal yang sama juga terjadi di authorized dealer Suzuki, PT. United Motors Centre Malang yang stoknya semakin menipis. Menurut Supervisor Suzuki UMC, Dian Purnama, saat ini sisa stok di show room tidak mencapai 25 unit.
"Stoknya menipis, sudah ada pemberitahuan dari Surabaya jika suplai untuk sementara distop. Sebab, jumlahnya juga harus dibagi dengan wilayah lain di Jawa Timur," bebernya kepada Malang Post.
Menurut pria asal Bali ini, selama sepekan terakhir sudah tidak ada suplai unit baru lagi. Padahal bila normal, tiap dua hari sekali seharusnya ada pengiriman unit dari Surabaya sekitar 5 unit per pengiriman. Unit favorit seperti Ertiga kini tersisa show unit saja di show room, bila ada customer yang hendak membeli, harus menginden terlebih dahulu. Dia menjelaskan, bila terlambatnya stok tersebut bukan hanya banjir di Jakarta. Tetapi banjir di kawasan Pantura juga menghambat pengiriman ke wilayah Jawa Timur.
Bila demikian, Dian pesimis untuk merealisasikan target 117 unit per bulan di awal tahun. “Ya faktor alam, dianggap sebagai penghambat bisnis, sehingga kami mencoba realistis untuk penjualan di bulan ini,” pungkasnya. (ley/fia)

Please publish modules in offcanvas position.