Load Factor Pesawat Melorot

MALANG –  Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jakarta, berdampak negatif pada sektor penerbangan. Tercatat, maskapai di Malang yang memiliki rute Malang-Jakarta dan sebaliknya mulai mengalami penurunan load factor selama sepekan terakhir. Sales Manager Citilink Malang, Indra Fajar mengungkapkan, penurunan terjadi begitu banjir melanda Jakarta. “Efek banjir Jakarta memang membawa dampak pada load factor pesawat Citilink dan juga maskapai lain,” ungkapnya.
Menurut dia, load factor Citilink untuk rute Malang-Jakarta selama sepekan terakhir langsung melorot di kisaran 70 hingga 80 persen. Padahal bila normal, load factornya selalu di atas 85 persen. Tidak jarang pula isian mencapai 100 persen. “Sejak pertama kali membuka rute April tahun lalu, load factor Citilink selalu bagus. Sekalipun low season, tidak pernah di bawah 80 persen.  Banjir ini bisa menjadi penyebab utamanya,” beber dia kepada Malang Post.
Namun dia enggan mengkambinghitamkan banjir sebagai penyebab utama menurunnya penumpang pesawat. Sebab masih dimungkinkan pula perpindahan bandara yang terjadi 10 Januari lalu, dimana untuk rute Malang-Jakarta dan sebaliknya kini menggunakan Bandara Halim Perdanakusuma.  “Perpindahan jam penerbangan dan bandara juga bisa jadi membuat calon penumpang masih mempelajari waktu. Tetapi banjir juga turut menyumbang penurunan load factor” urainya
Masih menurut Indra, faktor alam ini terpaksa menghambat target Citilink selama 2014. Penerbangan menggunakan pesawat Airbus A320 ini mematok load factor mencapai 90 persen. Sementara medio Januari ini bisa menembus angka 85 persen sudah terhitung bagus. Permasalahan ini pula membuat Citilink membuat satu kebijakan darurat untuk penumpang yang terhambat banjir. Misalnya ada penumpang yang terpaksa tertinggal pesawat karena di wilayahnya terhambat banjir, diberikan ganti rugi flight tanpa membayar biaya tambahan.
“Sebab ada beberapa penumpang yang aksesnya kena banjir menuju bandara,” imbuhnya. Faktor banjir pula membuat load factor Sriwijaya Air menurun drastis. Bahkan penurunan berada di kisaran 20 persen. “Efeknya besar untuk Sriwijaya Air. Rute ke Malang dan sebaliknya, menurun dari kisaran 90 persen saat low season seperti ini, sekarang selalu di angka 70 persen,” ungkap District Manager Sriwijaya Air Malang, M. Yusri Hansyah.
Menurutnya, banjir ini semakin memperparah catatan load factor di awal tahun ini. Pasca menikmati penuhnya penumpang di masa liburan, Sriwijaya Air harus mengalami hal yang sama. “Tidak hanya rute ke Malang, tetapi kota lain yang terdapat tujuan Jakarta kini pasti menurun. Yang hendak ke sana masih menahan diri ketimbang terhadap banjir. Akhirnya, Sriwijaya Air tidak bisa menggapai target Januari ini,” tegasnya. (ley/mar)