Sneaker Hiasi Panggung Runway

BEBERAPA waktu lalu desainer Givenchy, Riccardo Tisci menandatangani kontrak kolaborasi dengan brand sportwear Nike. Setelahnya, Dior membuat sneakers jadi tren di panggung runway koleksi Couture 2014.
Diikuti oleh Karl Lagerfeld yang juga menampilkan sneakers tertutup lace bersama gaun couture Chanel koleksi terbaru. Melihat fenomena industri fashion yang sedang jatuh hati dengan gaya sporty, apakah ini berarti para desainer ingin membuat para wanita kaya jadi rajin olahraga?
Seorang fashion editor dan writer asal Amerika, Derek Blasberg juga terlihat memerhatikan fenomena satu ini. Di akun Twitternya, pria yang juga Editor-at-Large di Harper's Bazaar itu sempat menulis: "Riccardo Tisci signs a deal with Nike, then Chanel and Dior both both do couture trainers: Does it mean rich ladies need to do more cardio?" tulisnya.
Melihat tren sneakers juga menghiasi street style para fashionista sejak akhir tahun hingga sekarang. Sepertinya hal itu dijadikan inspirasi bagi para desainer dunia seperti Raf Simons, Karl Lagerfeld, dan juga rumah mode Valentino untuk menghiasi kaki para sosialita yang menjadi penggemar label mereka.
Misalnya saja sepatu olahraga yang ada di koleksi Chanel Couture 2014. Alas kaki itu khusus dibuat oleh Massaro, brand di bawah Chanel. Tiap pasangnya ditutupi lace halus, yang masing-masing memerlukan pengerjaan minimal 30 jam untuk satu sepatu. Seperti yang dilansir Fashionista, sneakers Chanel menghabiskan hingga 3.000 euro atau Rp 49 jutaan untuk proses produksi.
Bagi para wanita sosialita, tentunya sneakers buatan desainer tak hanya item fashion untuk olahraga. Melainkan jadi barang yang wajib ditambahkan dalam koleksi untuk memenuhi gengsi. Entah nantinya digunakan untuk olahraga atau tidak, namun sepertinya mereka tak akan pikir panjang untuk menghabiskan uang banyak demi membeli 'kenyamanan' dari sepatu olahraga buatan desainer kenamaan dunia tersebut.(wlp/fia)