Persaingan F&B hotel Makin Ketat

MALANG – Hotel berlomba memberikan sesuatu yang berbeda untuk menghadapi ketatnya persaingan di tahun 2014 ini. Misalnya saja melalui menu Food and Beverages (F&B) hingga promo khusus menyambut hari besar tertentu.
General Manager Secretary and Public Relation Santika Premier Malang, Yessi Puspitasari mengakui, awal tahun ini Hotel Santika mencoba sesuatu yang berbeda. Bila banyak hotel berlomba adu promo untuk merayakan malam Tahun Baru Imlek, hotel tersebut justru melepasnya.
“Hotel Santika tidak menawarkan paket Imlek seperti hotel lain, sebab kami memiliki target tersendiri soal itu,” ujarnya.
Menurut Yessi, hotel yang berada di kawasan Jalan Letjend Sutoyo ini lebih berfokus dalam memberikan promo untuk Valentine. Penyebabnya, sekitar 90 persen bisnis perhotelan di Malang telah menawarkan paket Imlek. Padahal, potensinya belum begitu bagus di sana.
“Masih kalah dengan adanya restoran Chinese seperti KDS, Dragon Phoenix hingga New Hongkong. Chinese sangat mempercayai kualitas dari resto tersebut, termasuk event dan sajian menyambut Imlek,” beber Yessi.
Hal ini juga berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Hasilnya, Santika lebih berfokus untuk menawarkan paket valentine yang harinya di pertengahan bulan Februari. Yessi mengungkapkan, bisa dibilang Santika melepas satu momen, namun mencuri start untuk momen lainnya. Sebab, momen kasih sayang tersebut dianggap lebih berpotensi untuk menjual paket food and beverages.
“Waktu yang lebih lama untuk promo paket valentine ini, kami mengangkat tema Sweet and Love, dan sudah gencar promosinya. Target kami disini terhitung besar, mencapai 40 couple, dengan harga Rp 420 ribu per couple,” paparnya kepada Malang Post.
Sementara itu, di tahun ini F and B Santika dipatok bertumbuh mencapai 20 persen. Angka tersebut menjadi patokan paling realistis di tengah ketatnya promo yang diberikan pula oleh hotel lain. Tahun lalu, realisasi targetnya baru mencapai 85 persen, sehingga tahun ini Santika harus mencapai target ditambah dengan ‘hutang’ di 2014. Cara yang ditempuh dengan pandai memanfaatkan momen, serta upgrade menu yang sudah mulai dilakukan oleh hotel tersebut sejak pertengahan bulan ini.
Di tempat terpisah, Food And Beverages Hotel Swiss-Belinn Malang juga melakukan upgrade menu. Sekalipun baru beroperasi selama dua bulan, namun hotel yang berada di belakang MX Mall ini sudah mengitak-atik menu.
“Kami masih dalam tahap belajar, jadi sembari berjalan kami upgrade menu. Di bulan kedua ini, kami memberi menu tambahan. Menu tradisional Indonesia,” ujar Food and Beverages Manager Swiss-Belinn Malang, Agung Santoso.
Menu tersebut seperti gulai kepala ikan kakap dan soup buntut. Menu yang dipilih melengkapi sajian tradisional yang ditawarkan seperti pecel dan rawon yang sebelumnya sudah ada. Gulai kepala ikan sendiri dipatok penjualannya mencapai 100 kg per bulan.
“Menu yang berbeda, targetnya sedkitar 6 porsi dalam sehari untuk gulai kepala ikan. Bila dihitung dalam sebulan, mencapai 100 kg,” tegas dia. (ley/fia)