Berawal dari Rp 60 Ribu, Kini Raup Rp 50 Juta per Bulan

KETEKUNAN dan kerja keras terbukti mampu mengantarkan seseorang untuk sukses di dunia bisnis. Andrea Angga Yanuar Putra salah satunya. Berawal dari kesenangannya terhadap outdoor activity, Andre berhasil mengembangkan bisnis dari yang awalnya bermozet Rp 60 ribu per bulan menjadi Rp 50 juta per bulan melalui bendera CiliwungCamp.

CiliwungCamp merupakan rental outdoor equipment yang dirilis Andre bersama saudara dan teman dekatnya. Rental ini memfasilitasi para pendaki gunung maupun traveller yang membutuhkan perlengkapan seperti tenda untuk camping, sepatu, kompor portable, hingga tas carrier.
Saat ditemui Malang Post, pria yang akrab disapa Andre ini menceritakan, rental yang dikelolanya tersebut berawal sejak masa kuliah dan diperuntukkan bagi kalangan tertentu, yaitu para anggota pecinta alam dari organisasi sekolah yang pernah digelutinya semasa SMA.
“Sekitar tahun 2004. Jadi yang pinjam anggota organisasi, atau teman-teman dekat saja, namanya juga bukan CiliwungCamp,” ucap alumni SMAN 1 Malang ini.
Karena masih berstatus mahasiswa, Andre pun memulai usaha rental dengan menjalin kerjasama dengan teman-teman seperjuangan. Tak banyak alat yang disewakan saat itu, hanya tiga buah tenda, dua tas carrier, lima unit nesting, dan dua buah kompor.
Pada perkembangannya, bisnis yang awalnya dikelola bertiga mengerucut karena masing-masing personel memiliki kesibukan sendiri, hingga pada akhirnya di tahun  2009, Andre memutuskan untuk menjadi pengelola tunggal dengan bendera baru yaitu CiliwungCamp.
“Saat itu masih kuliah, kemudian memberanikan diri untuk mengambil pinjaman dari bank sebanyak Rp 20 juta,” ucap pria yang pernah menjadi atlet panjat ini.
Modal yang minim tersebut terus dikelola oleh Andre bersama saudara dan teman dekat. Hasilnya pun cukup manis, dari omzet awal Rp 60 ribu per bulan, kini ia mampu mengumpulkan pendapatan sekitar Rp 50 juta per bulan. Saat ini, outdoor equipment yang dimilikinya pun berlipat. Tenda, ia memiliki 175 unit, carrier bag sekitar 150 unit, sleeping bag sekitar 200 unit, dan masih banyak lagi. Selain rental, ia juga memiliki CiliwungOutbond dan CiliwungStore.
“Memperbanyak sektor bisnis. Demi mengakali masa low season agar tetap peak season,” ucapnya terkekeh.
Ia menuturkan, dalam setahun ada grafik penurunan permintaan sewa alat outdoor, namun pada saat yang bersamaan, permintaan untuk kegiatan outbond melonjak cukup drastis. “Dengan alternatif-alternatif  bisnis itu, siklus pemasukan tetap terjaga. Untuk outbond sendiri, kami memiliki beberapa alternatif tempat, salah satunya di Coban Rais,” ungkap dia.
Sulung dari tiga bersaudara ini menceritakan, pengalaman mengajarkan banyak hal padanya. Salah satunya adalah ilmu berbisnis di dunia outdoor  activity. Menurutnya, kunci sukses bisnis rental outdoor equipment adalah maintenance.
“Menguasai teknik maintenance alat itu penting. Jika tidak, maka bisa dipastikan banyak barang yang terbuang karena rusak. Apalagi spare part alat outdoor ini kan tidak dijual secara bebas, jadi harus pintar-pintar mengakalinya,” ujarnya sembari tersenyum.
Maintenance lain yang tak kalah penting adalah maintenance konsumen. Andre menuturkan, ia berusaha cukup keras untuk membuat konsumennya merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan.
“Tak perlu yang sulit, misalnya kami mengantarkan barang sampai ke depan rumah,” kata dia.
Dari pelayanan tersebut, konsumen diyakini akan merasa puas dan bisa menjadi agen pemasaran CiliwungCamp ke teman-temannya.
“Sebagian besar konsumen yang datang ke kita tahu dari mulut ke mulut, jadi promo getok tular ini bisa dikatakan sangat efektif,” pungkas dia. (SHUVIA RAHMA)