IHSG Terjun Bebas 114 Poin

MALANG – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan di awal pekan ini. Bahkan, luncuran tajam terjadi begitu perdagangan ditutup Senin (27/1) kemarin, mencapai 114 poin. Salah satu penyebabnya, sentiment negatif yang muncul sejak akhir pekan lalu.
Branch Manager PT SucorInvest Malang, Kartono mengakui, turun dalam di awal pekan ini mencapai 2,6 persen. “Hari ini ditutup pada level 4322 poin. Anjlok ini merupakan kelanjutan akhir pekan lalu yang melemah 41 poin, dan seharian ini saham hancur,” ujarnya, kemarin.
Menurut pria yang sudah 19 tahun aktif di pasar saham ini, IHSG tertekan karena dua faktor utama. Yang pertama ketakutan dengan perlambatan ekonomi di Cina, dan depresi Peso Argentina yang terlalu dalam. Imbasnya, semua market lebih berhati-hati, dan emergency market naik.
“Hal tersebut membuat emiten di sektor perbankan dan otomotif melancarkan aksi ambil untung. Sebab bila tidak, kerugian besar bisa dialami. Peso sendiri mengalami depresi sejak Jumat lalu,” papar dia kepada Malang Post.
Rekap perdagangan kemarin, sejak pagi IHSG menunjukkan hal negatif.  IHSG dibuka terjun bebas 149 poin (3,36 persen) menuju level 4.288. Aksi jual yang masif sejak pagi membuat indeks menukik.
“Seharian ini, sentimen negatif menguasai pasar,” imbuh pria yang kerap disapa Nando ini.
Mengakhiri perdagangan awal pekan kemarin, akhirnya IHSG jatuh 114 poin. Transaksi perdagangan saham di BEI tercatat sebanyak 249.511 kali dengan volume mencapai 4,61 miliar lembar saham senilai Rp4,80 triliun.
Dari sektor domestik, Nando menilai tekanan di pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran laju inflasi yang akan meningkat seiring dengan banjir yang menghambat distribusi barang.
“Banjir pun berimbas pada saham, karena inflasi yang tinggi ketimbang Desember lalu,” jelasnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seiring pula dan tercatat melemah ke posisi Rp 12.225 per dolar AS, ketimbang posisi perdagangan akhir pekan lalu sebesar Rp 12.175 per dolar AS. (ley/fia)