Harga Emas Mulai Memanas

MALANG - Memasuki pekan terakhir bulan Januari, harga emas perhiasan maupun Aneka Tambang (Antam) mengalami kenaikan. Harga emas ini menjadi harga tertinggi di tahun 2014, serta harga tertinggi pula dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.
"Harga emasnya mulai naik. Emas perhiasan sudah mendekati Rp 500 ribu per gram," ujar Pedagang Emas di Pasar Besar Malang, H. Hasan.
Harga emas perhiasan 24 karat kini dipatok sebesar Rp 490 ribu per gram. Bahkan, harga tersebut diprediksi kembali naik untuk beberapa hari ke depan. Menurutnya, sejak awal tahun memang trend harga emas mengalami perubahan ke arah yang positif bagi pedagang.
"Awal tahun dimulai dengan harga Rp 460 ribu per gram, ini sudah naik Rp 30 ribu per gram. Walaupun kenaikannya bertahap, dan sempat menurun antara Rp 2000 hingga Rp 5000 per gramnya," terangnya kepada Malang Post.
Untuk harga emas 88 persen kini dipatok Rp 420 per gram. Padahal, sebelumnya harga di kisaran Rp 380 ribu per gram hingga Rp 410 ribu per gram menjadi patokan harga tertinggi. Sementara untuk harga emas 70 persen kini seharga Rp 355 ribu per gram. Bila dibandingkan dengan akhir pekan lalu, menurut Hasan, kenaikannya mencapai Rp 10 ribu per gram.
Untuk harga emas dari PT. Aneka Tambang, dikutip dari situs logam mulia, harga emas Antam melonjak, mencapai Rp 545 ribu per gram. Harganya naik bertahap dalam sepekan terakhir, di kisaran Rp 5000 per gram. Sementara untuk buyback emas Antam kemarin sebesar Rp 485 ribu per gram.
Menurut Manager Penjualan Solusi Tunai, yang bergerak di perdagangan emas Antam, harga emas akhirnya mencapai titik tertinggi. "Harganya terus memanas, padahal pertengahan bulan lalu masih di Rp 525 ribu per gram," tuturnya.
Harga yang terus melonjak ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Selain trend awal tahun, juga disebabkan pasar kembali mengoleksi emas. Dia menyebutkan, kali ini pelemahan ekonomi di Cina menjadi salah satu penyebabnya.
Dia memprediksi, untuk Februari harga masih tetap tinggi. Baru setelah itu melihat koreksi pasar. “Bisa jadi malah bertahan dalam jangka lama, dan lebih mahal lagi,” tandas Anjar. (ley/fia)