Rindukan Momen Imlek

Jejaring
MALANG – Sudah 10 tahun terakhir ini Martha Salim, Financial Controller Swiss Belinn Hotel Malang tidak lagi merayakan Tahun Baru Imlek. Pasalnya, selain orang tua dan Emak Engkongnya sudah tidak ada, keluarga besarnya juga sudah terpisah jarak, sehingga tidak memungkinkan untuk berkumpul bersama.
“Selain faktor Emak Engkong yang biasa menjadi pemersatu saat Imlek, saat ini antar saudara sudah tinggal berjauhan. Jadi sudah 10 tahun ini melepas momen Imlek, kecuali bersama keluarga kecil, bersama anak dan suami,” ujarnya.
Faktor lain yang membuat Martha tidak lagi merayakan Imlek yakni kepercayaan. Sebab, setelah berkeluarga dia mengakui merayakan Natal. Kalaupun kumpul bersama keluarga besarnya jelang Tahun Baru Cina tersebut, karena berdasarkan garis keturunan masih termasuk Chinese.
Meskipun demikian dia tidak memungkiri bila terkadang merindukan saat tersebut. Saat dimana berkumpul bersama, menikmati makan malam, dan bisa menerima angpao. “Bisa juga sebaliknya, bila sudah menikah memberi angpao. Berkumpul bersama keluarga seperti itu sudah lama tidak terjadi,” bebernya kepada Malang Post.
Perempuan yang baru dua bulan tinggal di Malang ini mengakui, kesempatan untuk bertemu dengan saudaranya menjadi kecil. “Chinese itu seperti mewajibkan Imlek berkumpul. Sekarang paling hanya berhubungan via telepon saja,” tandas dia.
Sementara itu, untuk Imlek kali ini mendapatkan jatah cuti  dari hotelnya. Menurut dia, hal tersebut menjadi kesempatan untuk pulang ke Surabaya bertemu dengan anak-anaknya. “Dapat cuti waktu Imlek, mungkin mereka mengira saya masih merayakan Imlek. Ya dimanfaatkan untuk pulang kampung saja,” pungkas dia. (ley/fia)