Kantor Kas BRI di Krebet Bidik 500 Transaksi per Hari

Layanan di kantor kas BRI di PG Krebet rata-rata melayani 400 transaksi per hari.

MALANG – BRI Malang Kawi mematok waktu dua bulan untuk segera merelokasi BRI Kantor Kas Krebet. Sehingga, bila dihitung dari peletakan batu pertama yang terjadi akhir pekan lalu, BRI menargetkan akhir Maret sudah memiliki kantor kas baru, yang bergeser sekitar 100 meter saja, sebagai bagian ekspansi selama 2014 ini.
“Kami menargetkan pembangunan selama dua bulan saja. Sehingga, bila sesuai jadwal, akhir Maret sudah beroperasi untuk gedung baru BRI Kantor Kas Krebet,” ujar Pemimpin Cabang BRI Malang Kawi, Sulaeman Tahe.
Menurut dia, ekspansi tersebut merupakan bagian dari upaya sinergi dengan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) agar kegiatan operasional jadi lebih mudah. Selain itu, langkah tersebut juga untuk memaksimalkan layanan terhadap nasabah potensial meliputi karyawan PG Krebet, petani tebu dan warga sekitar.
“Sebelumnya karyawan Krebet mesti menyeberang jalan terlebih dulu untuk mengurusi simpanan atau pengambilan gaji, sehingga bila sudah berpindah, aksesnya menjadi satu dengan pintu masuk ke pabrik di sebelah selatan. Namun, ini memang sesuai dengan harapan BRI ketika hendak membuka kantor kas 6 tahun lalu,” papar dia panjang lebar.
Pria asal Sulawesi Selatan ini menyebutkan, selama ini kantor kas ini cukup potensial. Bisa dibuktikan dengan rata-rata transaksi harian mencapai 400 transaksi per hari. Pada saat hari tertentu, bisa menembus 500 transaksi.
“Semua transaksi di kisaran 400 per hari. Sebulannya, dikalikan saja dengan 22 hari,” jelas dia kepada Malang Post.
Perpindahan kantor kas tersebut, membuat target transaksi juga bertambah. Mulai April mendatang Kantor Kas Krebet dipatok minimal mencapai 500 transaksi dalam satu hari. “Tentunya gedung yang lebih potensial, aksesnya mudah, harus meningkatkan target,” terangnya.
Sementara itu, untuk dana simpanan yang masuk melalui area tersebut menyumbang angka 5-7 persen dalam sebulan. Khususnya ketika musim giling telah tiba. Satu lokasi yang bisa menyumbang dana simpanan sebesar itu pasti memiliki potensi bagus. Simpanan tersebut bisa melalui pabrik, karyawan, hingga petani tebu. (ley/fia)