Bisnis Rumah Kos Makin Menggiurkan

MALANG –  Potensi bisnis rumah kos sangat menggiurkan di Kota Malang. Sebab, kebutuhan hunian untuk anak sekolah dan mahasiswa ini semakin tinggi dipengaruhi berdatangannya pelajar dari luar kota setiap tahun yang semakin besar. Hanya dengan berdiam diri atau dipantau dari luar kota, bisa mendapatkan omzet bersih bulanan di atas Rp 2 juta. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang, Andi Reza Yanuar mengatakan, tingginya kebutuhan tersebut tidak terlepas dari banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang.
“Baik negeri maupun swasta kan jumlah terhitung besar. Apalagi, banyak kampus besar dan jujukan calon mahasiswa di Malang ini,” kata dia. Estimasinya, sekitar 26.000 mahasiswa baru masuk setiap tahunnya. Itupun terhitung dari kampus terkenal seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Institut Teknologi Nasional (ITN), dan Universitas Merdeka (Unmer) memberikan sumbangsih 80 persen. Sisanya dari kampus lain dan pelajar sekolah menengah yang sudah banyak pula dari luar kota.
Hal ini membuat bisnis rumah kos maupun kontrakan menjadi prospektif sebagai salah satu lahan pendapatan bagi masyarakat. Sementara untuk standar harga kos sendiri saat ini di kisaran Rp 300.000 hingga Rp 2 jutaan. Angka tersebut, dikurangi biaya operasional, secara otomatis 30-40 persennya merupakan pendapatan bersih per bulan. “Bayangkan, bila memiliki 10 kamar kos dengan harga Rp 500.000. Bisa jadi pendapatan bersih mencapai Rp 2 juta. Belum lagi bila harga rumah kos di atas itu,” terangnya.
Kemudian dia mencontohkan, untuk salah satu kampus negeri di Kota Malang seperti UM. Setiap tahun sedikitnya 7000 mahasiswa baru masuk. Sehingga, bisnis kos di area tersebut semakin berkembang setiap tahun, hingga kini tidak ketinggalan muncul rumah kos mewah dengan harga di atas Rp 1 juta seperti di kawasan ITN dan UB. Selain itu, faktor mahasiswa yang lulus dan yang masuk setiap tahunnya memang tidak sebanding, dan membuat pertumbuhan rumah kos sangat pesat.
Misalnya di UM, hanya 5000 mahasiswa lulus setiap tahun, tetapi masuknya di angka 7000 mahasiswa. “Belum lagi UB, yang angkanya mencapai puluhan ribu,” tegas Andi. Sementara itu, M. Muchsin, pemilik rumah kos mewah di kawasan ITN mengaku, dengan harga di atas Rp 1 juta, kosnya berjumlah 25 kamar. Per bulan, Muchsin bisa mendapatkan penghasilan bersih mencapai Rp 10 jutaan, setelah dikurangi biaya listrik, air, keamanan dan kebutuhan lain. (ley/mar)