BRISyariah Utamakan KPR FLPP

MALANG – BRISyariah Cabang Malang menargetkan penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) bertumbuh 20 persen untuk tahun ini. Hal ini berdasarkan pencapaian yang diraih selama 2013 lalu dimana penyaluran melebihi angka 15 persen yang menjadi target awal tahun. “Tahun lalu kami menggapai dua kali lipat target penyaluran KPR. Secara jumlah nasabah penyalurannya kepada 800an user,” terang Pemimpin BRISyariah Cabang Malang, Agung Wahyudi Rahardjo. Menurutnya angka ini naik dua kali lipat berkat adanya program pemerintah, yakni fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP).
Tahun sebelumnya penyaluran KPR bank yang berkantor di Jalan Kawi ini baru di kisaran 300 user. Pameran Kemenpera yang berlangsung September 2013 ini menyumbangkan sekitar 400 user Perhitungannya, nasabah tersebut didapatkan pasca pameran, dan ada beberapa yang juga terealisasi permohonan KPR setelah pameran.  “500 user tersebut periodenya antara September hingga Desember, jadi efek KPR FLPP itu sangat besar, dan akan kami maksimalkan tahun ini,” bebernya kepada Malang Post.
Untuk itulah, tahun ini BRISyariah juga berfokus pada pembiayaan hunian yang plafondnya di bawah Rp 300 juta. Memang ada beberapa yang di atas itu, namun untuk proses analisis serta realisasinya benar-benar diperhitungkan oleh perbankan tersebut. Jadi untuk tahun ini target user yang menerima penyaluran KPR di angka 1.000 user.  “Hasil tahun lalu itulah yang membuat kami yakin dengan fokus di tahun ini. Secara prosentase, tahun lalu user KPR FLPP mencapai 75 persen. Sedangkan untuk non FLPP hanya 25 persen,” urainya.
Namun dana yang tersalurkan seimbang, walaupun berbeda jauh untuk volume user. Tahun ini harus bisa menggapai 1000 user untuk penyaluran KPR,” papar dia panjang lebar. Selain itu, fokus di sektor FLPP ini juga mengurangi potensi non performing loan (NPL) atau kredit macet.  Selama 2013, NPL BRISyariah masih di angka 2,5 persen. Angka tersebut menurut pria berkacamata ini sudah turun 30 persen ketimbang tahun sebelumnya. “Bila penyaluran kredit untuk perumahan ini mengarah ke sektor menengah ke bawah, potensi tingginya NPL bisa dikurangi,” tegas dia. (ley/mar)