Kredit BRI Kawi Tumbuh 27 Persen

MALANG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Malang Kawi masih menjadi pilihan nasabah untuk mendapatkan kredit dana perbankan. Hal tersebut terbukti berdasarkan catatan 2013, dimana penyaluran kredit tumbuh sebesar 27 persen.
“Prosentase penyaluran kredit kami terhitung bertumbuh pesat. Tahun lalu tumbuh 27 persen dibanding 27. Jauh melampaui target yang dipasang di angka 18 hingga 20 persen,” rinci Pemimpin Cabang BRI Malang Kawi, Sulaeman Tahe.
Menurut dia, raihan ini menjadi bukti bahwa BRI masih menjadi bank pilihan bagi nasabah, untuk mendapatkan dana kredit. Total selama tahun 2013 lalu, penyaluran kreditnya mencapai Rp 2,3 triliun. Angka tersebut jauh melesat ketimbang tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan penyalurannya sekitar Rp 400 miliar di tahun lalu. Sebab catatan 2012, angkanya masih Rp 1,92 triliun,” bebernya kepada Malang Post.
Pria asal Sulawesi Selatan ini menyebutkan, penyaluran kredit ini sebagian besar untuk pembiayaan di sektor perdagangan. Prosentasenya mencapai 60 persen untuk sektor tersebut, diikuti dari pertanian, perkebunan dan juga investasi. Sektor  perdagangan sendiri seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memang tumbuh subur di Malang Raya.
Sementara itu, untuk tahun ini BRI mematok pertumbuhan di kisaran 23 hingga 25 persen. Menurut dia, targetnya meningkat ketimbang target tahun lalu, namun tidak melebihi dari pencapaian 2013.
“Masih ada beberapa pertimbangan untuk mematok target tahun ini, dan angka 25 persen sudah maksimal selama 2014,” jelas Sulaeman.
Dia optimis dengan target tersebut, melihat potensi pasar dalam hal penyaluran kredit. Misalnya saja tahun ini penyaluran kredit di sektor investasi berpotensi besar jadi sasaran utama. Hal ini berdasar bertumbuhnya penginapan, baik dalam skala kecil maupun besar. “Sektor UMKM mencapai 60 persen dari penyaluran kredit untuk perdagangan, ditunjang juga untuk investasi di bisnis hotel maupun guest house,” beber dia.
Ketika disinggung mengenai potensi kredit macet atau non performing loan (NPL) terkait dengan besarnya target penyaluran kredit, Sulaeman mengakui hal ini bisa ditekan oleh BRI. Pasalnya, tahun ini benar-benar akan memaksimalkan  penyaluran kredit pada UMKM yang lebih kuat daya tahan bisnisnya. Selain analisis yang lebih ketat sebelum menyalurkan kredit. (ley/fia)