Tunggu Kehadiran Perangko Spesial Pemilu

MALANG – PT Pos Indonesia (Kantor Pos) tengah menunggu kedatangan perangko filateli, khusus edisi Pemilu 2014 dan Shio Kuda. Perangko tersebut dibuat untuk menyambut pemilihan umum April mendatang, dan Tahun Baru Imlek akhir Januari kemarin.
Customer Relation Kantor Pos Besar Malang, Arini Fimanami mengakui, peluncuran ini molor dari jadwal. “Seharusnya sudah bisa ditawarkan sejak awal tahun, sebab Tahun Baru Cina juga sudah lewat,” ujarnya.
Menurut dia, perangko edisi khusus ini terlambat distribusinya, dan kemungkinan besar baru pertengahan Februari ini. Penyebabnya yakni keterlambatan produksi serta pengiriman ke daerah. “Namun sudah ada pemberitahuan, bila perangko filateli ini sudah ada di Malang, tinggal menunggu waktu saja untuk display serta penyalurannya,” beber dia.
Dia menambahkan, perangko tersebut sudah banyak yang memesan. Pasalnya, setiap kali kemunculan perangko yang menyesuaikan tema tertentu, pasti menjadi buruan customer. Selain itu, ada beberapa instansi yang sudah memesan dalam jumlah besar.
“Ya memang sedikit terlambat, sekaligus mengurangi beberapa stok lama juga,” imbuh Arini.
Masih menurut Arini, selama ini perangko filateli terjual di kisaran Rp 200 ribuan per hari. Dalam sebulan, omzetnya bisa mencapai Rp 10 juta, bila musim berkirim surat atau kemunculan perdana edisi khusus. Misalkan saja jelang Idul Fitri atau menjelan Natal.
“Penjualannya paling tinggi ya menjelang lebaran, lalu bila ada peluncuran perdana perangko filateli. Masih ditambah intansi seperti perbankan maupun pemerintahan. Baik untuk perangko seharga Rp 2500 hingga Rp 6000,” terangnya.
Sementara itu, untuk periode Januari lalu, terdapat salah satu instansi yang memborong perangko filateli ini mencapai Rp 1,5 juta, yakni BPJS Kesehatan. “Banyak yang mendaftar, sehingga butuh perangko dalam jumlah besar. Biasanya, Januari penjualan sepi, namun untuk tahun ini menembus Rp 9 jutaan. Jumlah ini berbeda dengan penjualan perangko regular di konter pengirima surat,” pungkas Arini. (ley/fia)