Dealer Kompak Turunkan Target Sales

MALANG – Dealer kendaraan bermotor, khususnya jenis roda empat melakukan koreksi target sales di awal tahun. Pasalnya, penjualan selama Januari lalu terhalang bencana alam, dan membuat target bulanan tidak tercapai.
Supervisor Suzuki United Motor Centre, I Made Adi Sumerta mengakui, target sales Suzuki juga terpaksa mengalami perubahan. Awalnya, UMC mematok penjualan sebesar 117 unit per bulan. “Faktor hujan yang menyebabkan banjir di ibukota menghambat suplai barang. Di wilayah, target sales terpaksa mengalami revisi,” ujarnya.
Menurut dia, begitu banjir melanda dan menghalangi ekspedisi ke Surabaya dan Malang, Suzuki  menurunkan target sekitar 20 persen. Hasilnya, untuk Januari lalu dealer tersebut hanya mematok 93 unit dalam sebulan. Tetapi sekalipun turun, pencapaian juga masih belum sesuai target.
“Januari lalu kami baru berhasil menjual 84 unit. Kendalanya yakni unit terbatas, sehingga customer cenderung menunggu sampai stok tersedia. Pencapaian setelah revisi pun hanya 90 persen untuk bulan lalu,” beber Made kepada Malang Post.
Hal tersebut juga membuat Suzuki berusaha menggenjot sales di bulan selanjutnya. Februari ini, targetnya langsung meningkat menjadi 110 unit dalam sebulan. Itupun dengan catatan, suplai barang sudah lebih mudah ketimbang bulan lalu.
Target yang menurun juga terjadi di Honda Mandalasena Malang. Awal tahun lalu targetnya mencapai 120 unit dalam sebulan. “Begitu melihat banjir tidak kunjung berakhir di Jakarta, kami coba merevisi target menjadi 94 unit dalam sebulan,” terang Manager Honda Mandalasena Malang, Daniel Devis.
Rekap sales selama Januari pun masih sedikit di bawah target. Sebab, Honda baru mampu menjual 90 unit mobil. Menurut Daniel, Januari lalu tampaknya semua dealer terpaksa merevisi target penjualan, dan mencoba memaksimalkan di bulan selanjutnya.
“Misalnya kami untuk Februari ini target penjualan sudah kembali sesuai dengan patokan awal tahun, yakni 120 unit. Walaupun masih agak terkendala suplai, tetapi sudah lumayan ada pengiriman ketimbang Januari lalu yang hampir macet total untuk suplai dari pusat,” papar dia panjang lebar.
Terpisah, Branch Manager Chevrolet Malang, Arif Cahyono juga mengakui jika penjualan melenceng periode Januari lalu. Prosentase penjualan di Chevrolet baru tercapai 80 persen dari target.
“Efektif jualan kami baru terjadi di minggu ketiga Januari. Sebab, stok di dealer waktu itu sudah habis, jadi customer juga masih menunggu contoh unit di dealer ketika hendak membeli mobil,” ujarnya. (ley/fia)