Penjualan Semen Indonesia Capai 997,5 Ribu Ton

MALANG – PT Semen Indonesia Tbk mencatatkan angka pertumbuhan penjualan sebesar 7,2 persen untuk wilayah Malang-Pasuruan selama 2013 lalu. Angka tersebut melebihi target 6 persen yang ditetapkan saat awal tahun, dan menjadi salah satu area sales tertinggi di Jawa Timur.
Kepala Departemen Penjualan PT Semen Indonesia, Ketut Arsha Putra mengungkapkan, untuk Malang dan Pasuruan penjualannya mencapai 997,5 ribu ton. “Pertumbuhan ini didapatkan dari bertambahnya kuantitas penjualan sekitar 67 ribu ton selama 2013, dari angka 930,3 ton di tahun 2012 lalu,” ungkapnya.
Menurut dia, peningkatan ini menjadi prestasi tersendiri untuk penjualan di wilayah Jatim 2. Terlebih, di Jatim pula, selama 2013 penjualannya mencapai 5,38 juta ton. Itu artinya, area Malang Raya dan Pasuruan ini menyumbang hampir 20 persen penjualan area Jatim.
“Prestasi untuk Malang Raya dan juga Jawa Timur pastinya. Apalagi, bila hasil penjualan ini melebihi ekspektasi awal,” bebernya di sela acara gathering pelanggan PT Semen Indonesia di Harris Hotel and Convention beberapa waktu lalu.
Dia menyebutkan, wilayah Jatim pertumbuhannya mencapai 9,38 persen ketimbang tahun 2012. Tahun tersebut penjualannya masih sebesar 4,92 juta ton. Sementara itu, untuk angka penjualan secara nasional, Semen Indonesia mencatat penjualan sebesar 25,78 juta ton, dengan pertumbuhan mencapai 14,3 persen. “Padahal, prediksi untuk pertumbuhan nasional hanya 5 hingga 6 persen saja,” imbuh dia.
Sementara itu, di tahun ini target pertumbuhan tidak melebihi angka pencapaian tahun lalu. Pertumbuhannya dipatok sebesar 8 persen saja, dengan beberapa pertimbangan. Selain faktor distribusi sejak akhir tahun hingga sebulan pertama 2014 yang tidak bisa maksimal, kapasitas produksi juga terbatas.
“Kapasitas produksi sudah maksimal di tahun lalu. Bila ingin mematok pertumbuhan lebih tinggi, tentu harus menambah pabrik, sementara saat ini masih belum ada rencana ke sana. Sehingga, angka 31 juta ton di tahun 2014 merupakan target paling realistis,” papar dia panjang lebar.
Masih menurut dia, kondisi perekonomian dan adanya Pemilu di tahun 2014 ini turut andil dalam menentukan target tahunan. Pasalnya, patokan pertumbuhan ekonomi dari pemerintah tidak begitu tinggi.
“Kami tidak mematok yang tinggi di tahun ini. Apalagi, kami masih yakin dengan pertumbuhan tersebut pun, market share Semen Indonesia masih tertinggi. Bila tahun lalu 43,8 persen, tahun ini targetnya 45 persen,” pungkas Ketut. (ley/fia)