Pasar Low MPV dan LCGC Semakin Ketat

MALANG – Tahun 2014 ini persaingan pasar otomotif dipastikan semakin ketat, khususnya untuk menjaring customer kalangan menengah ke bawah. Pasalnya, sejak akhir tahun lalu varian mobil yang dibandrol dengan harga di bawah Rp 200 juta semakin bermunculan dari berbagai merek. Baik untuk jenis Low Cost Green Car (LCGC) maupun low MPV.
“Munculnya LCGC membuat pasar otomotif golongan middle low semakin ketat. Bila dulu cukup terkenal low Multi Purpose Vehicle (low MPV) Avanza dan Xenia, sekarang hampir semua merek memiliki mobil yang harganya tidak mencapai 200 juta,” ujar Manager Authorized Daihatsu Jolo Abadi Malang, AA Gede Wisnu Putra.
Menurutnya, untuk kelas LCGC, duo Agya dan Ayla yang muncul lebih dulu harus bersaing dengan Brio Satya serta Karimun Wagon R. Mobil-mobil tersebut bahkan di tawarkan dengan bandrol di bawah Rp 110 juta. Belum lagi varian lain seperti Mitsubishi Mirage dan Chevrolet Spin, yang bukan termasuk LCGC namun menjadi favorit bagi customer middle low.
Tak pelak, Daihatsu Jolo Abadi sendiri kini juga sedikit was-was dengan target penjualan. Apalagi, patokan pertumbuhan 20 persen yang diusung harus dibarengi dengan berbagai tantangan di 2014 ini. Sebut saja bencana alam yang menghambat distribusi, pemilu hingga kompetitor.
“Market share di posisi kedua 2013 lalu sudah mengalami penuruan, apalagi tahun ini, bisa jadi dilampaui kompetitor posisi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Honda Mandalasena Malang, Daniel Devis optimis untuk tahun 2014 ini. Penyebabnya, Honda kini memiliki dua andalan di segmen middle low tersebut, yakni Honda Brio, Brio Satya dan low MPV terbaru, Honda Mobilio. Bahkan, tiga varian tersebut digadang akan menjadi backbone Honda selama 2014 untuk mendampingi Honda Jazz dan CRV.
“Terutama untuk low MPV Honda Mobilio, kami yakin dengan penjualannya. Hingga Februari ini saja, penjualannya sudah menembus 200 unit, walaupun sebagian besar masih berupa indenan menunggu stok tersedia,” paparnya kepada Malang Post.
Honda Mobilio sendiri distribusinya di Kota Malang baru terjadi di awal Februari ini. Tetapi customer terus berdatangan untuk melihat mobil tersebut. “Bisa jadi, Mobilio ini menyumbang 40 persen sales kami tahun ini bila melihat antusiasme customer. Mobilnya mewah, harganya tidak mencapai 200 juta,” imbuh Daniel.
Masih ada pula Suzuki Ertiga untuk jenis low MPV. Bahkan untuk 2014 ini sudah ada upgrade terbaru dari mobil yang dipatok dengan harga Rp 140 jutaan tersebut, dengan model yang lebih lux.
Supervisor Suzuki UMC Malang, I Made Adi Sumerta mengungkapkan, tahun lalu sales Ertiga menyumbang 44 persen market Suzuki. Tahun ini, tipe terbaru Karimun Wagon R, siap menggebrak pasar otomotif.
“Untuk Wagon R harganya bahkan di bawah Rp 100 juta. Tentu saja menjadi favorit anak muda, atau bagi orang tua yang memberi hadiah mobil bagi anaknya,” bebernya kepada Malang Post.
Menurutnya, memang persaingan semakin ketat untuk tahun ini. Selain tiga merek familiar, yakni Toyota, Daihatsu, dan Honda, masih ada juga Mitsubishi dan Nissan. “Disamping Suzuki, merek tersebut sudah cukup dikenal. Sehingga harus bersaing merebut hati customer,” pungkasnya. (ley/fia)