Garuda Jalin Kerjasama dengan Kemenhut

MALANG POST – Garuda Indonesia pada Jumat (7/2) pekan lalu menandatanganani “Memorandum of Understanding” dengan Kementerian Kehutanan dan Tentara Nasional Indonesia dalam bidang pemanfaatan produk dan layanan Garuda Indonesia di ruang auditorium Kementerian Kehutanan RI.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Kehutanan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial (BPDASPS), Hilman Nugroho serta disaksikan oleh Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan. Sementara itu, penandatanganan nota kesepahaman dengan TNI ditandatangani oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dengan Panglima TNI, Jenderal (TNI), Moeldoko.
Dengan ditandatanganinya kerjasama tersebut, maka seluruh staf Kementerian Kehutanan serta seluruh perwira TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara beserta keluarga  akan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia baik rute domestik maupun internasional dengan harga dan layanan khusus berupa special net corporate fare, priority reservation, city check-in, cargo serta pembukuan group baik untuk perjalanan dinas maupun perjalanan wisata.
Selain itu, dengan ditandatanganinya MoU dengan Kementerian Kehutanan tersebut, melalui program “Corporate Social Responsibility” perusahaan, Garuda Indonesia juga turut serta dalam mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan dengan melaksanakan penanaman pohon sebagai bagian dari program “Penanaman Satu Miliyar Pohon” yang merupakan program Kementerian Kehutanan.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar menyambut gembira kerjasama antara Garuda Indonesia, TNI dan Kementerian Kehutanan.  Kerjasama tersebut merupakan upaya untuk terus meningkatkan layanan Garuda - khususnya bagi pelanggan korporat di Kementerian Kehutanan dan TNI.
”Selain itu, kerjasama pelestarian hutan dengan Kementerian Kehutanan tersebut juga  sejalan dengan program pestarian lingkungan Garuda Indonesia yaitu  “Garuda Indonesia Green Action”,” tambah Emirsyah Satar.
Sementara itu, Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan meyakini bahwa kerjasama tersebut akan memberikan dampak positif dalam upaya Kementerian Kehutanan untuk memaksimalkan dan melestarikan potensi hutan di seluruh Indonesia.
”Garuda Indonesia yang merupakan maskapai penerbangan nasional terbesar dan mampu menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia adalah potensi yang mampu menunjang operasional para rimbawan yang membutuhkan mobilitas yang cukup tinggi. Kiranya kerjasama ini dapat ditingkatkan dan dikembangkan pada kesempatan lain di masa mendatang,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI, Jenderal (TNI), Moeldoko juga menyambut baik kerjasama dengan Garuda Indonesia tersebut. “Melalui kerjasama ini kiranya mobilitas perwira TNI akan semakin terjamin dan tentunya akan lebih hemat dan efisien terlebih mengingat bahwa perwira TNI memiliki kebutuhan perjalanan yang tinggi.  Dengan jaringan penerbangan yang lebih luas dan frekuensi yang lebih banyak, maka kegiatan operasional kami akan semakin lancar.”, tambah Moeldoko.
Hingga saat ini Garuda telah melaksanakan kerjasama corporate sales dengan lebih dari 1931 perusahaan besar di Indonesia dengan total pendapatan dari pasar korporasi sekitar  Rp. 2 triliun. Pada tahun 2014 ini Garuda Indonesia menargetkan untuk menjalin kerjasama dengan 212 ‘corporate partner’ sehingga pada akhir 2014 jumlah ‘corporate partner’ Garuda Indonesia menjadi 2124 perusahaan dengan target pendapatan dari pasar korporasi sebesar Rp 4 triliun.
Garuda Indonesia, melalui berbagai programnya, telah melaksanakan berbagai upaya untuk turut serta dalam melestarikan lingkungan, salah satunya adalah dengan melaksanakan program “One Passenger, One Tree” dengan menanam 100 ribu pohon pada kawasan seluas 250 hektar di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, penanaman sebanyak 50 ribu pohon sebagai media ulat sutera di Desa Karang Tengah, Bantul, Yogyakarta bekerjasama dengan Yayasan Royal Silk dan Propinsi Yogyakarta, membangun penangkaran penyu di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat, penanaman 23.600 pohon mangrove di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dan melaksanakan program “Bali Beach Clean Up” yang bekerjasama dengan PT Coca Cola Amatil dan Quicksilver untuk melindungi dan memelihara kondisi pantai-pantai di Bali.
Selain itu, Garuda Indonesia melalui program “Garuda Indonesia Green Action” juga telah melaksanakan serta menerapkan beberapa “aksi hijau” di lingkungan kantor pusat Garuda Indonesia di Cengkareng, diantaranya adalah dengan melakukan penanaman berbagai jenis pohon, pembangunan jalur pedestrian di berbagai area, pembuatan 100 ribu lahan biopori, serta penyediaan fasilitas sepeda yang dapat digunakan oleh seluruh karyawan untuk beraktivitas tanpa harus menggunakan kendaraan bermotor (Garuda Indonesia Bike Park).(fia)