Target Raskin Capai 70 Ribu Ton

MALANG – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional VII Jawa Timur memasang target pengadaan beras  miskin (raskin) sebanyak 70 ribu ton selama tahun 2014 ini. Target tersebut meningkat 4,3 persen bila dibandingkan dengan realisasi pengadaan selama 2013.
Wakil Kepala Bulog Sub Divre VII Jatim, Gatot Hadiantoro menyebutkan, tahun 2013 lalu realisasinya hanya 67,05 ribu ton. “Tahun lalu targetnya 68 ribu ton beras, hasilnya masih kurang dari target,” sebutnya.
Menurutnya, tahun lalu target raskin memang belum tercapai. Penyebabnya, harga beras lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) yang dipatok Rp 6.600 per kilogram. “Petani enggan melepas berasnya dengan harga rendah, sedangkan Bulog sudah mempunyai patokan HPP. Petani pun lebih memilih melepas ke pasar dengan harga di atas Rp 7000 per kilogram,” beber dia.
Untuk tahun ini, Gatot mengatakan keberhasilan memenuhi target pasokan beras bergantung pada hasil panen di beberapa sentra produksi. Selain Kabupaten Malang, wilayah lain di Jawa Timur seperti Bojonegoro, Lamongan, Ngawi dan Jombang. Jika produksi di sentra tersebut sesuai dengan prediksi, maka pengadaan beras akan lancar.
“Musim penghujan memang menjadi musuh petani dan Bulog. Apalagi untuk wilayah Lamongan, menjadi salah satu lokasi rawan terimbas banjir,” beber dia.
Menurut dia, bila produksi padi tidak terimbas banjir atau gagal panen, Bulog tidak perlu mengajukan kenaikan HPP kepada pemerintah. Namun, hingga saat ini Bulog masih belum mengetahui hasilnya. Sebab masa panen diprediksi mulai akhir Februari ini, dan puncaknya pada bulan April.
“Intinya, bila produksi beras petani aman, maka Bulog bisa menekan harga untuk menyerap beras dengan tetap mengacu pada HPP,” imbuhnya.
Dia memperkirakan bila masa panen ini bisa menyerap produksi dengan maksimal, angka serapan ditarget mencapai 70 persen dari target tahun ini. Sisanya akan diserap di masa panen selanjutnya.
Masih menurut dia, untuk tahun ini Bulog masih memiliki stok raskin yang digapai tahun lalu. Kebutuhan raskin sendiri untuk area Divre VII sebesar 4500 ton per bulan, sehingga dia memperkirakan masih bisa untuk memenuhi stok hingga semester pertama ini berakhir.
“Hingga Juni mendatang masih aman untuk memenuhi kebutuhan Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu,” pungkasnya. (ley/fia)