Konsep Angkringan Masakan Jepang

MALANG – Apakah Anda merupakan penggemar masakan Jepang seperti sushi, namun ingin merasakan sensasi berbeda ketika menyantapnya? Cobalah untuk mengunjungi Murashaqi Indonesia, kedai masakan Jepang yang berada di area food court Plaza Araya Malang. Di sana Anda akan menyantapnya di lokasi seperti angkringan layaknya di kawasan Jogjakarta.
Selain sushi, Anda juga akan menemukan aneka ramen yang ditawarkan dengan konsep level untuk menguji nyali Anda. “Kedai ini menyiapkan sushi, ramen dan okonomiyaki. Khusus untuk ramennya, kami buat berbeda,” ujar Owner Murashaqi Indonesia Malang, Dhia Yudhawati kepada Malang Post.
Menurutnya, dengan mengambil konsep seperti angkringan, Murashaqi yang baru opening Kamis (13/2) kemarin ini menyasar semua kalangan. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pegawai hingga pengunjung yang hendak bersantai di seputar mall yang berada di sisi utara Kota Malang ini.
“Konsep yatai (kedai) ini tepat bila menyasar semua kalangan. Sebab penggemar Japanese food ini semakin bervariasi, bahkan untuk Chinese pun menyukai masakan ini. Bagi anak muda, mi ramen ini juga menjadi favorit,” jelas dia.
Dia menyebutkan, harga semua makanannya dibanderol Rp 20 ribu. Untuk sushi terdiri dari enam pilihan seperti yakiniku, ebifurai, chicken maki, crab maki, tamagoyaki dan vegan futomaki. Sementara ramen terdiri dari Tokyo ramen, aburamen seafood, tokushima dan futoramen. “Bedanya, untuk ramen kami levelnya mulai dari 1 sampai 10. Bila menyukai pedas, level 10 ini bisa menjadi jawaban. Di kedai kami lainnya, mi ramen ini kerap dijadikan menu tantangan bagi pelanggan kami,” bebernya kepada Malang Post.
Pilihan okonomiyaki terdiri dari tiga bahan utama, yakni daging sapi, daging ayam dan seafood. Untuk sauce okonomiyakinya, Anda bisa memilih antara doro sauce ataupun uster sauce.
Perempuan yang akrab disapa Riri ini meyakini, masa perkenalan kepada customer butuh waktu sekitar tiga bulan. Selama itu pula harganya masih ditawarkan spesial, dan bisa turun untuk momen tertentu. Selain itu, dia optimis bisa menggapai omzet sebesar Rp 600 ribu per hari, yang artinya menjual minimal 30 porsi dalam sehari. “Malahan hasilnya bisa dua kali lipat saat akhir pekan,” pungkas dia.(ley/lim)