Besok, Kalstar Terbang Kembali

MALANG - Bandara Abd. Saleh Malang memang sudah membuka kembali jalur penerbangan pasca ditutup 14 Februari lalu akibat erupsi Gunung Kelud. Namun calon penumpang salah satu maskapai, yakni Kalstar Aviation masih harus bersabar menunggu penerbangan dari Malang ke Balikpapan hingga Selasa (18/2) besok.
Branch Manager Kalstar Aviation Malang, Samsu Riswanto mengatakan jika Kalstar masih belum melayani penerbangan, layaknya maskapai lain yang sudah mulai beroperasi. "Kalstar memang belum bisa melayani penerbangan hingga Senin besok. Menunggu kabar dari Solo," katanya.
Menurut dia, pesawat Kalstar saat ini tertahan di Solo dampak dari erupsi letusan Gunung Kelud. Sementara, Bandara Adi Sumarmo masih ditutup hingga Senin (17/2) ini. Rencananya, baru Selasa (18/2) dibuka kembali, itupun masih melihat perkembangan di Senin.
"Informasinya sudah siap untuk bandara. Tetapi Kalstar juga masih harus melihat kesiapan pesawat, setelah beberapa hari diguyur abu. Siapa tahu ada permasalahan, semoga Selasa tetap sesuai jadwal," bebernya, kemarin (16/2).
Menurut dia hal inilah yang membuat Kalstar terhambat memulai penerbangan kembali. Maskapai yang berkantor pusat di Serpong ini tidak hanya bergantung pada Bandara Abd Saleh atau Sepinggan di Balikpapan, sebab rute penerbangan juga berawal dari Solo.
"Inilah tidak enaknya bila masih menggunakan satu armada untuk beberapa jalur. Tidak bisa seperti maskapai Sriwijaya, Citilink dan Garuda yang sudah terbang," papar dia kepada Malang Post.
Praktis, selama empat hari tidak beroperasi, Kalstar pun mengalami kerugian ratusan juta. Dia mencontohkan untuk satu rute saja, yakni Malang-Balikapapan, kerugiannya sekitar Rp 140 juta. "Perhitungannya, dalam sehari untuk tujuan Balikpapan membawa 70 penumpang, dengan harga tiket Rp 500 ribu. Dikalikan dengan empat hari," urai Samsu.
Namun dia juga tidak bisa berbuat banyak dengan adanya force majeur ini. Hanya dia berharap, Selasa besok sudah mulai Kalstar sudah benar-benar bisa terbang lagi. Sebab penumpang juga mulai menunggu keberadaan pesawat tersebut untuk melayani penerbangan.
Terpisah, Sales Manager Citilink Malang, Fajar Indra mengakui jika Citilink langsung terbang Minggu kemarin. "Langsung melayani penerbangan di hari kedua, hari pertama lalu masih simpang siur dan beresiko. Kami tidak berani seperti yang dilakukan Sriwijaya.  Arahan manajemen juga baru hari Minggu," tandasnya. (ley/fia)