Omzet Mail dan Paket Capai Rp 1,97 Miliar

MALANG – PT Pos Indonesia (Kantor Pos) Malang mencatatkan omzet mail dan parcel sebesar Rp 1,97 miliar di bulan pertama tahun 2014 ini. Raihan tersebut meningkat Rp 52 juta ketimbang periode yang sama tahun 2013.
Manager Penjualan Kantor Pos Besar Malang, Rusdianto menyebutkan, tahun lalu pencapaiannya Rp 1,92 miliar. “Bila dilihat secara kasat mata memang pencapaiannya lebih baik dibanding periode yang sama di tahun 2013,” sebutnya.
Hanya saja, sebenarnya dia menargetkan angka Rp 2,1 miliar di awal tahun ini. Sehingga secara prosentase, omzetnya baru tercapai 91,6 persen. “Pencapaiannya masih belum bisa 100 persen dari target. Peningkatannya juga masih jauh lebih baik awal tahun 2013 lalu,” beber dia kepada Malang Post.
Sementara itu, bila dibandingkan dengan medio Desember 2013, penjualan yang terdiri dari mail, parcel dan pengiriman internasional ini masih lebih baik. Pencapaian bulan terakhir tahun lalu sebesar Rp 1,96 miliar.
“Padahal Januari lalu kami sempat khawatir dengan banyaknya bencana di Indonesia, yang berimbas pada omzet pengiriman. Sebab, beberapa orang juga menahan diri untuk mengirim paket ke Jakarta atau Manado hingga keadaan aman dan lancar. Sehingga hasilnya bisa melebihi omzet Desember tentu saja masih bagus,” papar dia panjang lebar.
Omzet yang digapai Kantor Pos ini masih didominasi oleh pengiriman surat. Yang mana hasilnya mencapai Rp 990,9 juta. Sedangkan untuk pengiriman paket sebesar Rp 605,9 juta. Satu kategori lagi yakni pos internasional, yang terdiri dari pengiriman barang dan dokumen atau surat.
“Omzet pos internasional juga meningkat di awal tahun ini. Dari angka Rp 346 juta, kini mencapai Rp 375,7 juta. Sebagian besar untuk pos internasional menggunakan EMS, entah itu barang maupun dokumen,” imbuhnya.
Rusdianto merinci, omzet total Januari lalu terbagi dalam jenis ritel yang mendominasi sekitar 75 persen, dan sisanya dari mitra atau korporat. “Pendapatannya Rp 1,49 miliar dari ritel, dan Rp 472,9 dari korporat,” pungkas pria asal Sidoarjo ini. (ley/fia)