Okupansi Hotel Menurun

MALANG - Bisnis perhotelan turut merasakan dampak dari erupsi Gunung Kelud. Sejak Jumat (14/2), beberapa pemesanan hunian hotel serta meeting room mengalami pembatalan, yang berdampak pada penurunan okupansi (tingkat hunian). Marketing Manager Hotel Tugu Malang, Yudha Susanti mengatakan penurunan terjadi setelah Gunung Kelud meletus pada malam hari. “Okupansi terlihat menurun selama dua hari, tanggal 14 hingga 15 Februari lalu. Sekitar 70 persen saja,” katanya. Menurutnya, hal tersebut memang wajar. Penyebab utamanya, hampir semua bandara di Pulau Jawa ditutup pada Jumat (14/2) lalu.
“Bagaimana tamu datang, perjalanan melalui udara semua dibatalkan untuk ke Malang, Surabaya, Solo dan Yogyakarta. Tamu yang melewati Jakarta pun tertahan di sana,” beber dia kepada Malang Post. Dia menambahkan, penurunan okupansi tidak begitu besar, sebab tertolong tamu yang harus menambah stay di Malang, tertahan tidak adanya penerbangan.  Menurut dia, yang gagal datang tergantikan dengan tamu yang sudah ada. “Sebagian besar tamu yang batal dari kalangan wisata. Namun setelah dua hari semua kembali normal,” imbuh perempuan berkacamata ini.
Meskipun demikian, tamu hotel harus diyakinkan kembali bila keadaan sudah normal dan aman bagi wisatawan. Sebagai bukti, penerbangan ke Malang sudah dibuka sejak Sabtu (15/2) dan menyusul Bandara Juanda sehari kemudian.  Kini okupansi hotel yang memiliki Restoran Melati ini sudah mencatatkan okupansi sebesar 85 persen. Penurunan okupansi juga dialami oleh Santika Premier Hotel Malang. Bahkan selama dua hari pasca bencana, tingkat huniannya menurun drastis. General Manager Secretary and Public Relation Hotel Santika, Yessi Puspitasari menyebutkan, okupansi 14-15 Februari lalu hanya 50 persen.  
“Padahal sehari sebelumnya tingkat huniannya sebesar 82 persen. Ada bencana ini turun drastis, penerbangan kan tutup dan beberapa transportasi darat juga tidak berani beroperasi,” tandasnya.
Begitu memasuki hari Minggu (16/2) sudah mulai meningkat di angka 65 persen, dan Senin kemarin sudah kembali melonjak mencapai 80 persen. Menurut Yessi, normalnya memang di angka 80 hingga 85 persen untuk tingkat hunian Hotel Santika.
“Tetapi butuh meyakinkan tamu yang sudah memesan kamar sejak jauh hari agar mereka tidak membatalkan pesanan. Hanya satu dua orang saja yang akhirnya batal,” imbuh Yessi. Terpisah, Assisntant Public Relation Manager Atria Hotel and Conference, Kadek Ayu Ery Ratnawati juga mengakui hal yang sama. Selain tamu hotel menurun drastis, pesanan grup untuk melakukan meeting juga memilih meng-cancel reservasi. Penyebab utamanya masih sama yakni transportasi. (ley/mar)