BPJS Kesehatan Buka Pos Pengaduan di Rumah Sakit

OVERLOAD: Pelayanan ke BPJS Kesehatan meningkat membuat pelayanan kini dibuka di beberapa rumah sakit.

MALANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Malang akan membuka pos pengaduan di beberapa titik mulai awal pekan ini. Selain di kantor BPJS Kesehatan, pos pengaduan tersebut berada di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan Rumah Sakit Paru Kota Batu. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Bimantoro mengakui jika pos pengaduan tersebut untuk membantu mengatasi keluhan dari masyarakat. “Selama Januari kemarin pengaduan membludak, baik dari Kota Malang maupun dari wilayah Batu dan Kabupaten Malang,” ujarnya.
Menurutnya, banyaknya pengaduan ini membuat aktivitas di kantor yang berada di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo tersebut kurang kondusif. Pasalnya, mulai dari konsultasi, pendaftaran hingga pembayaran pun saat ini berlangsung di satu tempat. “Terkadang terasa penuh, secara kapasitas gedung pun tidak memadai. Satu hari saja bisa melayani 300 orang lebih. Padahal, maksimal kemampuan hanya 200 orang,” bebernya. Sehingga untuk efektifitas dan mempermudah masyarakat pula, pos pengaduan di dua tempat tersebut bisa dijadikan sarana pengaduan dan menampung informasi. Tujuannya untuk mencegah salah komunikasi, antara BPJS Kesehatan dan peserta.
“Kami juga perlu kontrol dari masyarakat. Selain itu kami juga menggandeng dinas kesehatan untuk posko pengaduan,” tambahnya. Sementara itu sejak resmi berganti nama awal Januari 2014, BPJS Kesehatan Cabang Malang sudah menggaet jumlah peserta sebanyak 1,2 juta orang. Jumlah tersebut berasal dari Jamsostek, TNI/Polri, hingga Jamkesmas. Tambahan dari pendaftar mandiri sebanyak 7.500 peserta yang terjadi selama Januari hingga pertengahan Februari ini. Sebagian besar pendaftar mandiri memilih kelas 3, dengan iuran sebesar Rp 25.500. Saat ini BPJS Kesehatan juga telah menjalin kerja sama dengan 10 rumah sakit, 15 puskesmas, dan 41 dokter  pribadi di Kota Malang.
Sedangkan untuk Kabupaten Malang sebanyak 15 rumah sakit, 40 puskesmas, dan 47 dokter. Untuk Kota Batu terdiri dari tiga rumah sakit, lima puskesmas, dan 10 dokter. Terkait nilai kapitasi atau alokasi rawat jalan tingkat pertama di puskesmas, BPJS Kesehatan mengucurkan dana sebesar Rp 3,9 miliar untuk puskesmas yang berada di Kabupaten Malang, Rp 900 juta untuk Kota Malang, dan Rp 800 juta untuk Kota Batu. “Alokasi paling besar untuk Kabupaten Malang. Selain itu, puskesmas saat ini juga saling berlomba untuk meningkatkan layanan, misalnya fasilitas USG. Targetnya, puskesmas juga menjadi sarana berobat yang baik bagi pasien,” pungkas dia. (ley/mar)