BTN Prioritas Kejar Pertumbuhan 200 Persen

MALANG – Pertumbuhan nasabah prioritas Bank BTN pada 2013 tumbuh sebesar 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun ini, bank pelat merah tersebut menargetkan pertumbuhan minimal sama dengan tahun lalu.
“Potensi nasabah prioritas di Malang cukup bagus karena pertumbuhan ekonomi di kota ini juga menjanjikan,” jelas Branch Manager Bank BTN Malang, M Adrian Syahbandi.
Adrian menjelaskan, tingginya pencapaian tersebut sangat didukung oleh pelayanan maksimal yang diberikan oleh bank tersebut kepada nasabah. Salah satu layanan unggulan adalah ruang nasabah yang dilengkapi berbagai fasilitas tambahan seperti meeting room lengkap dengan koneksi WiFi dan juga executive lounge di sejumlah bandara di Indonesia.
“Ada juga baggage handling yang membantu nasabah membawa bawaan saat check in di bandara,” rici dia.
Pria ramah ini menambahkan, untuk menjadi nasabah prioritas, calon nasabah cukup menyetorkan dana mulai dari Rp 250 juta. Ada dua kategori nasabah prioritas yaitu gold dan platinum.
“Nasabah gold memiliki rekening mulai dari Rp 250 juta hingga Rp 2 miliar, untuk rekening lebih dari Rp 2 miliar masuk dalam kategori platinum,” imbuh dia.
Ia menambahkan, selain menyediakan berbagai fasilitas premium, nasabah BTN Prioritas bisa memanfaatkan layanan wealth management, dimana pemilik rekening akan mendapatkan layanan pengelolaan keuangan dari manager keuangan yang telah tersertifikasi.
Sementara itu, pada Senin (17/2) lalu, Bank BTN mengundang sejumlah nasabah prioritas untuk menginformasikan penjualan Sukuk Negara Ritel seri SR-006. Surat utang yang diterbitkan negara tersebut ditawarkan mulai 14 hingga 28 Februari.
“Masa penjatahan dilakukan pada 3 Maret mendatang, settlement di 5 Maret, pengembalian dana sisa penjatahan pada 4 Maret. Listing sudah dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada 6 Februari lalu,” rinci dia.
Andrian menerangkan, BTN Malang baik konvensional maupun syariah mendapat jatah total Rp 9.5 miliar dengan perincian Rp 2 miliar untuk BTN syariah dan Rp 7,5 miliar untuk BTN konvensional.
“Sukuk ini menjadi instrument investasi yang menguntungkan karena memberikan bunga 8,75 persen dengan tingkat resiko gagal bayar 0 persen, alias zero risk,” tegas dia.
Ditemui di tempat yang sama, Branch Manager BTN Syariah, Amtsal Yuspin menambahkan, target penawaran Rp 2 miliar optimis bisa tercapai. Pasalnya, saat ini setidaknya ada beberapa nasabah yang tertarik membeli sukuk. Jika ditotal, potensi nilai investasi yang akan masuk mencapai Rp 2,2 miliar.
“Rata-rata yang sudah masuk sekitar Rp 50 hingga Rp 150 juta. Ada beberapa yang sudah konfirmasi dan sebagian lain menyatakan tertarik dengan investasi yang dimulai dari Rp 5 juta hingga Rp 5 miliar ini,” pungkas Amtsal.(fia)