LPG 12 Kg Naik Bertahap

LIMA KALI: Kenaikan harga LPG 12 kg akan dilakukan secara bertahap hingga 5 kali.

MALANG –  PT Pertamina (Persero) bersiap menaikkan kembali harga LPG tabung 12 kg pertengahan tahun ini. Kenaikan ini akan terus terjadi secara bertahap hingga dua tahun kedepan, sehingga harganya sesuai dengan target awal Pertamina awal tahun ini.
Assistant Manager External Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari menyebutkan, bila Pertamina sudah menyiapkan kenaikan secara bertahap. “Bila awal tahun ini sempat hendak naik sekitar 60 persen dalam sekali kenaikan dan pada akhirnya batal, LPG 12 kg akan naik perlahan,” sebutnya.
Menurut dia, kenaikan bertahap ini sudah diusulkan ke pemerintah. Pertama, kenaikan sebesar Rp 1000 per kg akan terjadi pada 1 Juli 2014 mendatang. Berlanjut pada awal tahun 2015, pertengahan tahun 2015, awal tahun 2016 dan pertengahan tahun 2016.
“Jadi Pertamina sudah mengirimkan road map penyesuaian harga LPG 12 kg ini. Akan terjadi lima kali kenaikan untuk menyesuaikan harga,” beber dia kepada Malang Post.
Heppy mengungkapkan, metode kenaikan seperti ini menjadi alternatif terbaik, agar tidak terjadi keresahan pula di masyarakat. Seperti yang terjadi awal tahun ini, ketika banyak masyarakat dan pengusaha yang bersuara ketika harga LPG 12 kg naik drastis. Sehingga bila disiapkan dari awal, masyarakat yang mengonsumsi LPG 12 kg ini juga bisa berhitung. Rinciannya, untuk 1 Juli 2014 akan naik Rp 1000 per kg. Kemudian pada tiga kali kenaikan selanjutnya sebesar Rp 1500 per kg.
Masih menurut dia, Pertamina harus tetap menaikkan harga. Meskipun bertahap, tujuan akhirnya di tahun 2016 mendatang harga jual sudah mencapai harga keekonomian. “Garis akhirnya untuk mengurangi kerugian akibat subsidi LPG ini yang dalam kurun waktu lima tahun terakhir sangat besar,” imbuh Heppy.
Ketua Hiswana Migas Malang Raya, Rizal Pahlevi menuturkan terkait rencana ini jauh lebih baik ketimbang kenaikan seperti awal tahun 2014 ini. “Ya memang Pertamina harus menaikkan harga untuk tidak terus menanggung jumlah kerugian tiap tahunnya. Tetapi juga harus diperhatikan keresahan yang terjadi di masyarakat,” tuturnya.
Menurut Rizal, keresahan yang timbul sebelumnya bisa berakibat pada beralihnya masyarakat ke LPG 3 kg. Bila itu terjadi cenderung berbahaya. Sementara itu untuk tingkat konsumsi LPG 12 kg sendiri di Malang Raya mencapai 3700 tabung per hari. Angka ini masih stabil menjadi jumlah konsumsi di Malang sekalipun sudah mengalami kenaikan Rp 1000 per kg.
“Kebijakannya sudah bagus untuk menjaga kestabilan konsumsi. Jadi, road map selanjutnya pun dijamin tidak mengagetkan, dan menguntungkan kedua sisi, baik Pertamina maupun masyarakat,” pungkasnya. (ley/fia)