IHSG Terus Meroket

MALANG – Setelah lajunya tersendat di awal tahun, bahkan sempat jeblok mencapai level terendah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai meroket selama Februari ini. Teraktual, IHSG Rabu (19/2) kemarin menguat 36,4 poin mendekati level 4600.
Branch Manager SucorInvest Malang, Kartono mengungkapkan, belakangan IHSG menjadi primadona dan menjadi buruan investor. “Saat ini saham menjadi buruan investor asing karena kekuatannya. Terbukti dengan terus naik levelnya, walaupun awal tahun kemarin sempat muncul kekhawatiran,” ungkapnya.
Kemarin, IHSG ditutup pada level 4592, naik 0,80 persen ketimbang penutupan sehari sebelumnya dan menjadi level tertinggi dalam perdagangan seharian. Pada sesi pertama perdagangan, indeks di posisi 4574 poin.
“Jika terus bagus seperti ini pasti semakin banyak yang ingin terjun di pasar saham. Entah itu investor maupun emiten, sebab perkembangannya ke arah positif dan menguntungkan,” bebernya kepada Malang Post.
Menurut pria yang akrab disapa Nando ini, intraday terendah yang terjadi selama perdagangan kemarin pada level 4559 poin. Angka tersebut dipacu dengan tingginya transaksi pembelian bersih dari investor asing (net foreign buy) sebesar Rp 1,08 triliun, dan mengurangi minat investor untuk melepas sahamnya.
Pria asal Madiun ini menambahkan, saham-saham unggulan masih menjadi sasaran buruan bagi investor. “Bahkan selama lebih dari sepekan ini minat investor pada saham blue chip membuat IHSG selalu mengalami penguatan. Seperti tidak ada pemikiran dari pemilik modal untuk melepas sahamnya,” tambahnya. Saham yang naik tajam, antara lain PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS)  dan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI).
Dia memperkirakan, selama Februari ini posisi IHSG akan terus memuncak, bisa jadi menembus level 4800. Bila pasarnya semakin kondusif, bisa jadi saham menembus 5000. Namun dia optimis ke level 4800 poin terlebih dahulu, dan bertahap di bulan berikutnya.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ditutup dengan posisi menguat mencapai Rp 11.770 per dolar AS. Dibanding posisi pada penutupan perdagangan Selasa (18/2) lalu sebesar di Rp 11.830 per dolar AS. (ley/fia)