Omzet Travel Agent Menyusut Tajam

MALANG – Biro perjalanan atau travel ke wilayah barat dari Kota Malang masih meraba kembali untuk menggaet customer pasca mengalami hambatan operasional beberapa hari lalu. Traffic penumpang masih jauh lebih rendah ketimbang keadaan normal sebelum ada bencana erupsi Gunung Kelud pekan lalu.
Kepala Anugerah Travel  Cabang Malang, Titik Hariani menyebutkan, rute travel sudah dibuka kembali sejak Senin (17/2) lalu. “Kami tidak melayani penumpang ke wilayah seperti Kediri, Blitar, dan Tulungagung selama tiga hari. Setelah kondisi lebih aman, Senin baru beroperasi,” sebutnya.
Menurutnya, permintaan travel ke Kediri dan Blitar sebenarnya sudah tinggi sejak 14 Februari lalu. Namun manajemen memutuskan tidak menerima terlebih dulu ke wilayah Kediri dan Blitar. Untuk daerah seperti Jogjakarta dan Solo juga berkurang porsinya. Bila normal, dalam sehari untuk mengantar penumpang ke wilayah Kediri, Blitar dan Tulungagung mencapai empat kali pemberangkatan. Tetapi karena keadaan tersebut, sejak Senin lalu masih menerima setengahnya saja, atau dua kali pemberangkatan.
 “Bila menuruti penumpang sejak hari pertama pasca erupsi banyak permintaan penumpang yang sebagian besar memiliki keluarga di sana. Hanya saja, demi keamanan baik travel maupun penumpang, kami tidak terima dulu. Baru pekan ini efektif beroperasi,” bebernya kepada Malang Post.
Itupun untuk daerah rawan di zona merah yang tidak bisa didatangi masih ditolak. Sementara untuk jalur, bila biasanya melewati Pujon-Ngantang, kini lewat selatan melewati Blitar. “Sedangkan untuk arah Jawa Tengah, melewati utara masih relatif aman,” imbuh dia.
Masih menurut Titik, penurunan traffic dan berujung pada penyusutan omzet mencapai 50 persen lebih. Intinya, sesuai dengan pengakuan dia untuk travel ke lokasi terdampak belum maksimal.
Terpisah, Tiketing Lia Jaya Santosa Tour and Travel, Ratna Nuari menyebutkan masih belum bisa menerima penumpang ke Kediri. Maksimal, saat ini penumpang hanya sampai di Jombang dan Bojonegoro.
“Di sini lebih baik main aman, sesuai dengan instruksi saja. Entah hingga seminggu ke depan atau malah lebih lama,” beber dia.
Sementara untuk wilayah lain, seperti Solo, Semarang dan Jogjakarta sudah dilayani dengan normal. Sebab, untuk perjalanan dari arah utara relatif sudah normal. “Tetapi penumpangnya masih tidak seperti biasanya, paling sekarang baru 70 persen saja,” tambah Ratna. (ley/fia)