Hotel Yakinkan Malang Aman

MALANG – Pelaku bisnis perhotelan di Malang mengkhawatirkan dampak ke depan pasca erupsi Gunung Kelud yang terjadi sepekan lalu. Pasalnya, erupsi tersebut berlanjut hingga turunnya lahar dingin yang membuat tertutupnya sejumlah akses jalan, serta ketakutan dari wisatawan untuk berkunjung ke Malang.
General Manager Hotel Sahid Montana Malang, Slamet Sudiharto menuturkan akses jalan di kawasan Kabupaten Malang seperti Pujon, Ngantang dan Kasembon membuat perjalanan terganggu.
“Apalagi, wisatawan dari luar kota atau bahkan luar negeri yang mendengar melalui pemberitaan di televisi pasti khawatir dengan keadaan ini. Ujungnya menunda rencana untuk berwisata ke Malang,” tuturnya.
Selain itu, untuk jalur tersebut menjadi akses utama bagi travel maupun biro perjalanan dari arah barat seperti Kediri, Jombang, Madiun dan sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah. Hal ini tentu saja berpotensi mengurangi angka hunian tamu hotel.
“Selama ini tidak sedikit tamu berasal dari Solo, Jogjakarta, Klaten dan Magelang. Lalu, hotel kami juga bekerjasama dengan travel dan biro perjalanan tadi. Jadi tentu saja akses jalan yang rusak ini berimbas pula bagi kunjungan kami, dan secara menyeluruh bagi wisata di Malang,” bebernya kepada Malang Post.
Selama hampir sepekan ini, angka kunjungan memang tergerus, namun pasti terjaga di posisi 50-60 persen. Menurut dia, bila tidak ada gerak cepat untuk akses jalan, berakibat fatal bagi pariwisata di Malang Raya.
Pria yang juga pengurus di Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang ini menunggu langkah cepat untuk pembangunan kembali infrastruktur. Begitu pula untuk lokasi wisata terdampak, baik di Kota Batu yang terkena abu vulkanik maupun di Pujon dan Ngantang yang tempat wisatanya mengalami kerusakan.
Sementara itu, Marketing Manager Hotel Tugu Malang, Yudha Susanti menuturkan, keadaan ini membuat tim pemasaran hotel berjuang ekstra keras. Alasannya, wisatawan yang hendak berkunjung ke Malang, pasti bertanya tentang keamanan.
“Khususnya untuk Kota Malang sebagai tempat menginap, dan Kota Batu sebagai area berlibur, lalu berlanjut ke area Pujon. Wisatawan yang sebagian besar asing coba kami yakinkan bahwa Kota Malang saat ini aman,” tandas Yudha.
Dia meyakini, saat ini bisnis hotel dan biro perjalanan melakukan hal yang sama, yakni memberitahukan keadaan sebenarnya. “Bila memang akses jalan tidak aman, pasti travel menolak kunjungan atau liburan ke arah sana. Sementara untuk hotel di Kota Malang dipastikan aman. Bahkan ada beberapa hotel yang menjadi lokasi menginap bagi tamu yang hendak berkunjung atau menjadi sukarelawan ke lokasi bencana,” urainya. (ley/fia)