Load Factor Tetap Tinggi, OTP 85 Persen

MALANG – Sebulan lebih pasca pindah bandara di Jakarta, dari awalnya di Bandara Soekarno-Hatta kini ke Bandara Halim Perdanakusuma, load factor Citilink untuk rute Malang-Jakarta masih tetap terjaga. Sebelum terjadi erupsi Gunung Kelud lalu, load factor Citilink sebesar 85 persen. “Sebelum ada erupsi lalu, untuk load factor terhitung stabil dengan bandara baru di Jakarta. Masih sesuai prediksi Citilink,” ujar Sales Manager Citilink Malang, Fajar Indra. Menurutnya, load factor sebesar 85 persen ini masih sesuai prediksi.
Malahan, angka tersebut melebihi target yang awalnya dipatok 80 persen saja. Belum lagi, periode Januari lalu banjir mulai melanda Jakarta, yang turut mempengaruhi minat calon penumpang untuk berpergian. Dia mengungkapkan, untuk sebulan pertama tersebut load factornya masih di bawah pencapaian selama 2013. Hal itu diakuinya sebagai sesuatu yang wajar, sebab penumpang juga masih dalam tahap membiasakan diri dengan lokasi yang baru.
“Tetapi hasilnya masih tetap sesuai prediksi, bahkan bisa dibilang lebih. Padahal, sempat terkendala banjir juga,” bebernya.
Dengan rute baru ini, Citilink bahkan memiliki banyak keunggulan. Terutama jadwal penerbangan lebih awal dari biasanya. Dari Jakarta berangkat pukul 07.30, dan sampai di Malang pukul 08.55. Sebaliknya, untuk keberangkatan dari Bandara Abd Saleh pukul 09.25, kemudian tiba di Halim pukul 10.50. “Jadwal lebih pagi ini justru disenangi penumpang. Apalagi, ketika penumpang dari kalangan pebisnis, terkadang lebih bisa berhemat waktu. Begitu pengakuan sebagian besar penumpang. Sebab sebelumnya tiba di Malang sudah sore, sedangkan acara rata-rata sebelum jam makan siang,” papar dia panjang lebar.
Selain itu Indra juga mengakui, selain load factor terjaga, on time performance (OTP) juga bagus mencapai 85 persen. Padahal sebelumnya OTP menjadi salah satu masalah yang ditakuti. Pasalnya, Bandara Halim Perdanakusuma merupakan bandara militer, yang memungkinkan suatu saat penerbangan tertunda karena adanya tamu kenegaraan atau latihan penerbangan. “Khusus efek erupsi Gunung Kelud, kisaran penumpang hingga 70 persen. “Untuk weekend masih mencapai 90 persen,” pungkas dia. (ley/mar)