BPJS Target Pertumbuhan Premi 25 Persen

MALANG - Awal tahun ini, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Malang mengalami peningkatan untuk penyaluran Jaminan Kematian (JKM). Salah satu dari tiga program jaminan bagi pekerja ini disalurkan sebesar Rp 373,8 juta dengan jumlah klaim mencapai 18 kasus. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Sri Subekti menuturkan, jika ketiga program penjaminan tenaga kerja, selama Januari 2014 ini mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Jumlahnya meningkat, baik Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja maupun Jaminan Hari Tua,” tuturnya.
Peningkatan penyaluran JKM ini naik tiga kasus, bila pembandingnya bulan Desember 2013. Untuk besaran dana yang digelontorkan selama bulan terakhir di 2013 lalu sebesar Rp 315 juta saja. Naik sebesar Rp 58,8 juta. Sementara itu, bila pembandingnya periode yang sama yakni Januari 2013, klaimnya sebanyak 16 kasus saja dengan jumlah dana yang disalurkan kepada keluarga pekerja yang meninggal sebesar Rp 303,6 juta.
Perempuan yang akrab disapa Betty ini mengakui, jika JKM ini paling sedikit angka klaimnya selama 2013 lalu. Dalam setahun, jumlah dana yang dikeluarkan kepada keluarga tenaga kerja tertanggung sebesar Rp 3,35 miliar. “Memang JKM paling kecil, apalagi bila dibandingkan dengan klaim JHT yang mencapai Rp 79 miliar lebih dalam setahun,” tegasnya. Dia menambahkan, tenaga kerja maupun perusahaan pastinya tidak berharap adanya pencairan klaim ini. Namun demikian, tenaga kerja tetap harus dijamin keselamatannya oleh perusahaan tempat dimana dia bekerja.
Tahun 2014 ini, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan pertumbuhan penghimpunan premi sebesar 25 persen. Jumlah ini mengacu pada pencapaian 2013 dimana premi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 150 miliar, dari tenaga kerja sebanyak 120 ribu orang. Untuk awal tahun ini jumlah pekerja menurun seiring beralihnya beberapa peserta yang masuk dalam Jaminan Penyelenggaraan Kesehatan (JPK) yang kini ditangani oleh BPJS Kesehatan dengan target kepesertaan bertambah 70.000 tenaga kerja. (ley/mar)