IHSG Jatuh, Rupiah Menguat

MALANG – Sempat menjadi primadona dalam dua pekan terakhir dengan menembus level di atas 4600 poin, dua hari terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menukik. Terbaru dalam perdagangan kemarin, IHSG turun 44 poin ke level 4532. “Dua hari terakhir kurang baik bagi perdagangan saham. Bila sehari sebelumnya turun 46 poin, hari ini (kemarin) kembali turun 44 poin,” ujar Branch Manager SucorInvest Malang, Kartono.  Menurutnya, penurunan tersebut membuat indeks yang sempat meluncur mencapai 4618 poin, menjadi 4532 poin atau turun 0,97 persen ketimbang hari sebelumnya.  
Bahkan, untuk perdagangan kemarin sempat menyentuh angka terendah menjadi 4520 poin. Dia menjelaskan, aksi ambil untung dari investor asing adalah penyebab utama menurunnya IHSG. Investor mulai melepas sahamnya, setelah sepekan sebelumnya berebut saham potensial untuk dimiliki.   “Berbeda jauh dengan sepekan sebelumnya. Bahkan banyak yang memprediksi saham akan menyentuh level 4800 dalam waktu dekat. Namun dua hari terakhir prediksi ini tidak berlaku,” papar pria yang akrab disapa Nando ini.  
Selain investor asing, ternyata investor lokal juga turut menyebabkan IHSG kian menukik. Aksi jual juga dilakukan oleh investor lokal, terutama pada perdagangan sesi pertama. “Mungkin mereka masih takut dengan turunnya saham di hari sebelumnya,” ungkap dia. Emiten yang mengalami penurunan cukup dalam kemarin seperti Indocement (INTP) dan Unilever (UNVR).  Sedangkan saham favorit dari sektor pertambangan seperti Bukit Asam (PTBA) dan Indo Tambangraya (ITMG).  
Sedangkan saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 68.900, Bank Ekonomi (BAEK) naik Rp 385 ke Rp 1.935, Surya Toto (TOTO) naik Rp 250 ke Rp 7.700, dan Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 100 ke Rp 1.500. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka berbanding terbalik dengan IHSG. Rupiah dibuka menguat di posisi Rp 11.645 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.665 per dolar AS. Rupiah akhirnya ditutup Rp 11.648 per dolar AS, menguat sebesar 0,15 persen. (ley/mar)