Pasar Fashion Malang Masih Potensial

MALANG – Kota Malang masih dianggap sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk pameran fashion. Hal ini membuat event organizer (EO) tidak berhenti menggelar pameran khususnya yang berlangsungt di pusat perbelanjaan, bahkan meningkatkan intensitas pameran di tahun ini.
Salah satunya Queena Organizer yang berasal dari Bandung. Tahun ini EO tersebut kembali menggelar pameran dengan optimisme tinggi. “Ini merupakan tahun ketiga di tahun ini. Saya optimis pasti lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Owner Queena Organizer, Ina Garlina.
Dia optimis untuk menggelar pameran di Kota Malang untuk tahun ini. Sebagai bukti, dengan meningkatkan intensitas mencapai empat kali untuk 2014 ini. Padahal sebelumnya dalam setahun hanya menggelar tiga kali pameran saja.
“Bila melihat omzet peserta pameran di tahun lalu yang terbukti meningkat, untuk tahun ini Queena akan menambah jumlah pameran. Serta menambah waktunya, rata-rata minimal 10 hari,” beber dia kepada Malang.
Untuk kesempatan pertama ini, Ina mengusung 20 tenant dari berbagai wilayah di tanah air. Selain Bandung, tenant lain yang turut serta seperti Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Malang. Bahkan untuk tahun ini ada peserta baru lagi dari Bogor.
Lebih lanjut Ina mengatakan, target omzet tahun ini juga meningkat. Catatan tahun lalu pencapaian tiap tenant di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per hari. Untuk tenant yang menawarkan barang dengan harga mahal, minimal Rp 5 juta per hari.
“Tahun ini seharinya untuk omzet targetnya mencapai Rp 100 juta per hari. Bisa dimaksimalkan saat akhir pekan untuk penjualannya,” tegas Ina.
Menurutnya, omzet anggota tenant harus meningkat 20 persen untuk menunjukkan berhasil atau tidaknya gelaran pameran yang berakhir 9 Maret mendatang ini. Bila itu berhasil digapai, tenant pasti mendapat keuntungan dan bisa menambah antusiasme peserta pameran di gelaran selanjutnya.
“Untuk tahun ini masih menjadwalkan 20 tenant saja dalam sekali pameran. Bila memang peminat pecinta fashion meningkat, bisa bertambah jumlah tenantnya untuk pameran kedepan,” paparnya panjang lebar.
Sementara itu, Owner Meymey Collection, Febiyanti mengakui bila ini kali pertama ikut pameran di Malang dan kali kedua mengikuti road show fair dari Queena. “Ini kali pertama ikut sampai ke Matos, dan potensinya sangat bagus,” terang pemilik tenant asal Bogor ini.
Dia menargetkan pameran ini bisa menggapai omzet harian sebesar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta dari koleksi fashionnya berupa busana dan sepatu batik. (ley/fia)