Program On Farm Belum Maksimal

MALANG – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre VII Jawa Timur menargetkan program on farm atau kerjasama penanaman padi dengan petani seluas 5000 hektar untuk tahun 2014 ini. Dari jumlah tersebut, hingga dua bulan pertama masih terealisasi 190 hektar saja.
“Memang masih belum maksimal pelaksanaan on farm untuk tahun ini. Makanya, mulai Maret coba kami maksimalkan sosialisasinya,” ungkap Kepala Bulog Sub Divre VII Jatim, Langgeng Adi Nugroho.
Langgeng menyebutkan, baru wilayah Kabupaten Pasuruan saja yang sudah terealisasi untuk kegiatan on farm. Kerjasama tersebut terjadi antara Bulog dan Gapoktan Ketan Ireng.  “Pasuruan saat ini masih menjadi lumbung yang sudah bekerjasama. Minggu kedua Maret ini kami rencanakan ada pertemuan dengan Gapoktan di Kabupaten Malang,” bebernya kepada Malang Post.
Langgeng optimis untuk pertengahan tahun ini on farm sudah mencapai 50 persen. Bila hasilnya meleset dari target, setidaknya bisa terealisasi sekitar Agustus-September. Sementara dari 5000 hektar tersebut, 70 persen diantaranya ada di Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan.
Dia menambahkan dengan adanya kerjasama tersebut akan memberikan kepastian dari Bulog dalam menyerap beras petani. Bila demikian, petani tidak perlu khawatir apa yang ditanam tidak terserap pasar.
“Selain itu, proses produksinya diawasi penyuluh yakni Dinas Pertanian setempat,” tegas dia.
Dia memperkirakan, produksi padi bisa mencapai 6 ton per hektar. Bila maksimal, hasilnya bisa mencapai 10 ton per hektar. Akan tetapi, untuk mencapai hasil maksimal diperlukan biaya lebih besar dan teknologi pertanian yang tepat.
“Tetapi biasanya petani merasa keberatan untuk mengeluarkan biaya lebih besar,” tambahnya.
Melalui kerjasama on farm ini, Bulog menargetkan minimal sumbangan pengadaan beras sekitar 10-20 persen saja, dari jumlah total 70 ribu ton beras yang ditargetkan tahun ini. (ley/fia)