Avanza Kuasai 39 Persen Low MPV

MALANG – Kalender politik di semester pertama 2014 membuat pelaku otomotif memilih untuk memasang angka penjualan tidak terlalu bombastis. Toyota misalnya, tahun ini memasang target pertumbuhan sebesar 10 persen.
“Penjualan di semester pertama masih tidak terlalu kentara karena banyak konsumen yang menahan diri untuk membeli. Toyota sendiri baru akan menggenjot penjualan di semester kedua. Jika dikomposisikan 40 persen penjualan tahun ini ada di semester pertama, 60 persen sisanya di semester kedua,” urai Sales Supervisor Toyota Auto 2000 Sutoyo, Bachtiar Adjie.
Adjie menjelaskan, sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Toyota masih mengandalkan penjualan kendaraan pada Low Multi Purpose Vehicle (MPV) andalan mereka, yaitu Avanza. Backbone pabrikan otomotif yang berbasis di Jepang tersebut saat ini menguasai pasar low MPV dikisaran 40 persen. Sepanjang 2013 lalu, kendaraan berkapasitas tujuh penumpang itu menguasai 39,87 persen pasar low MPV.
“Pada Januari lalu, market share Avanza di pasar low MPV bahkan menyentuh 48 persen. Tahun ini market share Avanza di segmen itu bisa di angka 45 persen,” terang Adjie saat ditemui wartawan disela-sela kegiatan Avanzanation, kemarin (4/3).
Ia menambahkan, fluktuasi market share Avanza disebabkan oleh makin banyaknya perusahaan otomotif yang bergerak di segmen low MPV. Suzuki dengan Ertiga, Daihatsu dengan Xenia, dan terbaru, Honda dengan Mobilio.
“Pemainnya makin banyak, sehingga mau tak mau kue bisnis harus dibagi dengan lebih banyak kompetitior. Namun kami optimis Avanza masih tetap memimpin pasar,” urai dia.
Berdasarkan data yang dipaparkan Adjie, Saat ini Avanza berkontribusi sebesar 45 persen untuk penjualan Toyota di wilayah Malang Raya, disusul Agya sebesar 23 persen, dan Innova sebesar 20 persen.
Sementara itu, untuk meningkatkan apresiasi pada konsumen, Toyota menggelar Avanzanation Journey. Acara inimerupakan touring yang dimulai pada 10 Februari lalu dan berakhir pada 9 Maret mendatang dengan start di Merauke dan finish di Jakarta.
“Kegiatan tahunan ini merupakan upaya untuk uji ketangguhan dari kendaraan keluarga, Avanza. Di sepanjang titik-titik kota pemberhentian, kami melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR),” urai dia.
Di Malang sendiri, CSR dilakukan di wilayah Ngantang. Kemarin, tim Avanzanation Journey memberikan bantuan berupa bahan-bahan untuk perbaikan infrastruktur kepada korban erupsi Gunung Kelud, senilai sekitar Rp 50 juta.
“Di Kediri juga ada penyerahan bantuan. Hal yang sama juga kami lakukan di Manado. Kami memberikan bantuan untuk korban banjir berupa makanan, pakaian, hingga obat-obatan,” pungkas dia. (fia)