BEI Galakkan Sosialisasi Pasar Modal

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tajinya di pekan ini. Bahkan seharian kemarin IHSG selalu di jalur hijau, mulai dari pagi hingga penutupan. Hal ini semakin membuktikan potensialnya pasar saham untuk medio Februari hingga April, khususnya bagi yang berinvestasi jangka pendek. Perdagangan yang terjadi kemarin, menunjukkan bagaimana stabilnya IHSG. Seharian, sejak dibuka menguat pada level 4.635 poin, indeks bertahan di jalur yang positif.
“Memulai perdagangan IHSG menguat 0,73 persen ketimbang penutupan sehari sebelumnya di level 4.601 poin. Hal ini menghasilkan sentimen positif investor,” tutur Branch Manager SucorInvest Malang, Kartono. Menurutnya, setelah dibuka melesat, titik terendah selama perdagangan pada level 4.621poin. Sebelum akhirnya ditutup menguat sebanyak 57 poin, yang menjadi level tertinggi dalam perdagangan selama sehari. Pria yang akrab disapa Nando ini menyebutkan,  sebanyak 202 emiten bergerak naik dan 92 emiten yang stagnan.
Sementara untuk emiten yang berada di jalur merah hanya 85 saham saja. “Ini membuktikan positifnya perdagangan selama Februari-Maret seperti tahun lalu. Bahkan bisa sampai bulan depan,” sebutnya. Pasalnya, grafis yang terjadi selama 2013 lalu pun menunjukkan gairah pasar saham dalam medio yang sama.  Tak menutup kemungkinan, angka tertinggi di atas level 5.000 poin juga terjadi di bulan April.  Untuk medio Maret, banyak broker yang memprediksi titik tertinggi di level 4.791 poin.
Total transaksi yang terjadi selama sehari kemarin menembus Rp 6,3 triliun dengan jumlah volume 231.402 transaksi. Sementara itu, untuk nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp 11.575 per dolar AS. Dikonfirmasi terpisah, Head of Capital Market Information BEI Surabaya, Nur Harjantie menyampaikan, sentiment positif ini membuktikan keputusan pemberlakuan fraksi baru dan lot saham yang terjadi di awal tahun mulai menunjukkan hasil.  “Sejak perubahan itu targetnya memang menumbuhkan minat masyarakat di pasar modal. Agar tidak hanya orang yang benar-benar berduit atau investor asing mendominasi,” beber dia.
Total investor di Indonesia selama 2013 lalu sudah mencapai 400.000. Sementara, Jawa Timur baru menyumbang 46.123 investor. Setelah perubahan, diakui belum ada penambahan signifikan, namun animo sudah jauh lebih baik. “Tentunya dengan terus sosialisasi dengan jangkauan pasar modal yang lebih mudah ini. Hasil akhirnya, muncul investor baru di Indonesia dan mendapatkan keuntungan dari pasar modal ini,” pungkas perempuan yang akrab disapa Nunung ini. (ley/mar)