Garuda Resmi Anggota SkyTeam

Garuda Indonesia resmi menjadi ‘global player’ setelah bergabung dengan aliansi global, yakni SkyTeam kemarin. Hal ini mempermudah pengguna jasa dari seluruh dunia untuk melakukan penerbangan ke Indonesia serta sebaliknya. General Manager Garuda Indonesia Branch Office Malang, Agung Prabowo menyampaikan, dengan menjadi anggota SkyTeam banyak kelebihan yang ditawarkan bagi pengguna jasa penerbangan, khususnya penumpang dari Indonesia.
“Kini Garuda sudah resmi terdaftar menjadi maskapai ke 20 yang bergabung dengan SkyTeam. Banyak keuntungannya, terlebih untuk penumpang dari Indonesia,” ujarnya. Sebaliknya, Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Asia Tenggara saat ini juga memudahkan pebisnis dari luar negeri dengan pelayanan ini. Apalagi, Garuda Indonesia juga melayani penerbangan non stop dari Jakarta ke wilayah hubungan SkyTeam seperti Seoul, Guangzhou, Beijing, Shangai, Taipei dan Amsterdam.
Total ada 1024 destinasi di seluruh dunia yang bisa terhubung langsung hanya dengan pemesanan tiket connecting via Garuda ini. “Sebelumnya memang bisa, tetapi tidak seluas ini dan tidak semudah ini. Selain itu, keuntungan seperti harga juga bisa didapatkan ketika Garuda Indonesia sudah tergabung dalam SkyTeam,” beber Agung. Pria ramah ini menyebutkan keanggotaan ini sebagai upaya untuk mengembangkan jaringan.  Menurutnya, yang diuntungkan bukan hanya pengguna jasa dari Indonesia, tetapi juga dari luar negeri.
Selain itu, dengan menjadi anggota layanan penerbangan juga ditingkatkan sebagai persyaratan.  “Untuk resmi menjadi anggota melalui proses agak lama, dan kriterianya terutama kualitas pelayanan. Selanjutnya Garuda Indonesia sudah harus ada satu pesawat yang full eksterior bertuliskan SkyTeam,” tegas Agung. Kini, dengan pemesanan tiket bermodel one stop shopping, penerbangan dari Malang ke Amsterdam misalnya, cukup dengan melalui Garuda Indonesia dan di-connecting-kan ke wilayah tujuan.
Anggota-anggota SkyTeam yang berjumlah 19 maskapai penerbangan lainnya antara lain Aeroflot, Aerolíneas Argentinas, Aeroméxico, Air Europa, Air France, Alitalia, China Airlines, China Eastern, China Southern. Kemudian Czech Airlines, Delta Air Lines, Kenya Airways, KLM Royal Dutch Airlines, Korean Air, Middle East Airlines, Saudia, TAROM, Vietnam Airlines dan Xiamen Airlines. “Garuda Indonesia menjadi yang kedua di Asia Tenggara,” tandasnya. (ley/mar)

Penerbangan Keluar Negeri Semakin Terbuka
TERBUKANYA penerbangan keluar negeri dengan lebih mudah ketika menjadi anggota SkyTeam ini juga memungkinkan pengguna jasa penerbangan dari Malang. Setidaknya, lima persen per hari selama 2013, pada tahun ini akan lebih diuntungkan dengan hal tersebut. “Lima persen ini merupakan jumlah pengguna jasa penerbangan dari Malang yang melanjutkan perjalanan keluar negeri selama tahun lalu. Asumsinya, setiap hari load factornya dihitung 85 persen saja,” ujar Sales and Marketing Manager Garuda Indonesia Branch Office Malang, Dina Karyawati.
Menurutnya, setiap hari Garuda Indonesia membawa penumpang menerbangi rute Malang Jakarta sebanyak dua kali. Untuk seat pagi hari sebanyak 162 seat dan siang harinya 110 seat. Bila dirata-rata, untuk penerbangan pertama bisa terisi 120 penumpang, sementara di penerbangan kedua sebanyak 90 penumpang. Dari jumlah ini, Garuda Indonesia mencatatkan penerbangan connecting sebesar 20 persen. Dominasi tiket terusan masih destinasi domestik, seperti ke Sumatra dan Papua. Sementara untuk internasional sebesar lima persen.
“Penumpang connecting keluar negeri bisa untuk umroh maupun wisata,” tegas Dina. Tujuan paling favorit untuk connecting keluar negeri masih wilayah Asia seperti Kuala Lumpur, Singapura, Hongkong serta Thailand. Mengikuti di belakangnya seperti Qatar dan Saudi Arabia. Wilayah ini yang masih mendominasi penerbangan keluar negeri. Secara potensi, Garuda Indonesia optimis dengan adanya layanan baru tersebut. Hanya saja belum ada target angka pasca terbukanya model perjalanan ini.
“Masih belum bisa menargetkan pertumbuhan atau perkiraannya,” ujarnya. Potensi penumpang ke luar negeri dari Malang yang tercatat di biro-biro perjalanan, sebanyak 50 penumpang. Dalam sebulan, perhitungannya antara 600 hingga 700 penumpang per bulan. “Bisa untuk tujuan wisata maupun perjalanan rohani seperti umroh. Saat musim umroh, bisa mencapai 40 persen dari total seat dalam satu kali penerbangan,” pungkas dia. (ley/mar)