Desain Rombong Unik Buat Konsumen Tertarik

Desain rombong bisa dikonsultasikan terlebih dahulu sehingga bisa sesuai dengan keinginan pemesan.

Desro
MALANG - Bentuk desain yang unik dengan warna mencolok kini menjadi salah satu faktor penentu dalam menarik perhatian konsumen. Begitu pula untuk bisnis menggunakan rombong, baik untuk makanan maupun minuman seperti yang kerap ditemukan di food court. Desro (Desain Rombong) bisa menjadi solusi bagi calon pedagang di Kota Malang yang tengah mencari jasa desain hingga pembuatan rombong tersebut.
“Desro memberikan penawaran kepada masyarakat yang hendak membuka usaha dan membutuhkan desain istimewa, unik serta lain daripada yang lain,” ujar Chief Executive Officer Desro, Ristia Dewi.
Menurutnya, sebagian besar konsumennya memesan desain sekaligus rombongnya. Memang terkadang ada yang memesan desain saja, karena main bisnis Desro pada jasa pembuatan desain. “Tidak hanya desain rombong saja, namun menerima pula desain ruangan,” bebernya kepada Malang Post.
Perempuan ramah ini mengungkapkan, untuk pembuatan desain saja dipatok Rp 350 ribu. Harga tersebut untuk satu desain dengan empat kali revisi. Namun untuk revisi kecil tidak masuk dalam hitungan. Biasanya bila merubah konsep, itu baru dihitung revisi besar. Untuk mengerjakan desain waktunya paling lama seminggu.
Ristia menjelaskan, jika konsumen memesan sekaligus rombongnya, bandrol harga mulai dari Rp 2,8 juta untuk ukuran minimalis yakni 100 cm x 60 cm. Sementara tingginya standar mencapai 1,8 meter. Bila menginginkan yang lebih besar, juga bisa dengan harga maksimal mencapai Rp 15 jutaan. Masih menurut dia, mengenai harga tergantung dari ukuran serta akesorisnya. Semakin lengkap dan indah tampilannya, harga juga semakin mahal.
“Kalau yang bagus, berukuran besar, ada neon box, serta menggunakan huruf akrilik yang timbul bisa mencapai Rp 15 juta. Kilau dari neon box dan akrilik membuat rombong menjadi tampak mewah dan menyala. Kualitas menentukan harga,” jelasnya panjang lebar.
Menurut Ristia, usaha yang berada di Jalan LA Sucipto ini membutuhkan waktu paling cepat dua minggu untuk pengerjaannya. Waktu tersebut berlaku pada rombong berukuran kecil. Memang terhitung lebih lama, tetapi secara kualitas tidak perlu diragukan. Misalnya saja finishing pengecatan hingga dua kali proses menggunakan cat duco yang biasa dikenakan untuk mobil.
“Desro mengutamakan quality control ketika membuat rombong, sehingga konsumen sebagai klien merasa puas dengan hasilnya. Apalagi untuk berdagang, tentunya hasil harus maksimal,” pungkasnya. (ley/fia)