Sampai di Titik Jenuh, Pergerakan Saham Melemah Tipis

MALANG – Setelah menunjukkan kedigdayaan selama sepekan di awal Maret, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mengalami titik jenuh untuk mengalami kenaikan. Tercatat indeks mulai melemah tipis 8 poin dalam perdagangan Senin (10/3) kemarin.
Perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah menuju level 4677 poin. Turun sedikit 0,18 persen. Sejak awal perdagangan sudah menunjukkan tanda-tanda akan menuju zona merah, sebab diawali pada level 4665 poin.
“Setelah lebih dari sepekan menunjukkan trend positif, kejenuhan memang sudah menjadi hal yang wajar. Bahkan ini lebih dari sepekan IHSG di zona hijau,” beber Branch Manager SucorInvest Malang, Kartono.
Setelah itu, titik terendah dalam perdagangan pada level 4654 poin, sedangkan pada level tertinggi 4689 poin. Menurutnya, jika dilihat dari rekap perdagangan level tertinggi pun tidak terlalu bagus, karena hanya naik 4 poin. Sehingga dia memprediksi sejak awal IHSG akan melemah.
Pria yang akrab disapa Nando ini mengungkapkan, trend ini bisa berlanjut di pekan ini. Namun tidak akan berlangsung dalam waktu yang lama, sekitar 2-3 hari saja. “Trend menurun di pekan ini saja. Sebab selain adanya kejenuhan, beberapa investor mulai tergerak untuk melakukan profit taking,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan, profit taking ini akan berlanjut pada aksi panic selling dari investor yang belum berpengalaman. Sementara pemain saham yang sudah berpengalaman di pasar modal pasti memahami hal ini. Sehingga di pekan ini pasti lebih memilih untuk slow dan tidak terlalu aktif di perdagangan.
Sebagai bukti, dalam perdagangan kemarin total value hanya di angka Rp 5,4 triliun. Padahal sebelumnya selalu menembus angka Rp 6 miliar. Sedangkan volume saham yang diperdagangkan hanya 3,7 miliar lembar, dengan aksi jual beli di angka 234.039 kali.
“Catatan transaksi juga menurun, malah ada kecenderungan banyak selling. Ini masih terus berlanjut beberapa hari ke depan,” prediksinya.
Masih menurut dia, untuk pemain baru di pasar modal diharapkan berhati-hati untuk pekan ini. Tetapi, untuk minggu selanjutnya bisa jadi akan terus naik menuju level 4791. Dia menguraikan, saat ini pilihan emiten harus tepat. Untuk sementara waktu saham konstruksi dan pertambangan masih merupakan pilihan yang tepat. Sedangkan lainnya cenderung harus dihindari.
“Total untuk Maret ini jika mengalami penurunan bukan market bullish, karena trendnya tetap positif. Sehingga harus cermat saja terjun di pasar modal,” pungkasnya. (ley/fia)