Emas Perhiasan Turun, Antam Naik

MALANG – Harga emas mulai kembali mengalami penurunan harga di pekan ini. Sempat bertahan sepekan pada harga di atas Rp 490 ribu selama pekan lalu, Selasa (11/3) kemarin harga emas perhiasan menjadi Rp 483 ribu per gram.
“Dua hari ini harganya turun. Setelah Senin (10/3) lalu Rp 487 ribu per gram untuk emas perhiasan 99 persen, hari ini sudah turun lagi menjadi Rp 483 ribu per gram,” urai Pedagang Emas Utama Pasar Besar Malang, H. Hasan.
Dia menyebutkan, harga emas ini memang terkesan fluktuaktif atau naik turun. Untuk melihat kestabilannya, kisaran harga bertahannya yang menjadi patokan. Seperti halnya harga Rp 490 ribuan yang telah bertahan di Februari lalu, setelah sempat lebih rendah di kisaran Rp 470 ribuan per gram.
Menurutnya, untuk emas 88 persen pun tidak ketinggalan turun harga. Kini harganya menjadi Rp 430 ribu per gram. Sementara untuk harga emas 75 persen dipatok Rp 395 ribu per gram dan emas 70 persen Rp 365 ribu per gram.
“Untuk emas muda, naik turunnya harga sangat mempengaruhi penjualan. Ketika harganya rendah, banyak orang mulai berburu. Seperti dua hari ini, kecenderungan pembelian dari masyarakat meningkat walau tidak besar,” papar Hasan panjang lebar.
Sementara itu, penurunan harga juga sempat terjadi pada penjualan emas batangan dari PT Aneka Tambang (Antam). Dikutip dari situsnya, awal pekan Senin (10/3) lalu, harga emas Antam anjlok Rp 6000. Sepekan sebelumnya, harga juga cenderung rendah, sebab harganya sebesar Rp 545 ribu per gramnya. Sedangkan Selasa kemarin harganya naik Rp 2000 menjadi Rp 547 ribu per gram. Sepekan sebelumnya harga emas Antam di kisaran Rp 551 ribu per gram, bahkan bisa menembus Rp 553 ribu per gram. Untuk buy back, patokan terbaru Antam pada harga Rp 487 ribu per gram.
Di tempat terpisah, di Metro Jaya yang berada di Matos misalnya, harga emas juga dipatok lebih rendah ketimbang biasanya. “Sekarang harganya Rp 490 ribu per gram. Sebelumnya sempat menembus Rp 495 ribu per gram,” urai Sales Metro Jaya Matos, Ratna.
Selama awal Maret ini, transaksi justru berbanding terbalik dengan di PBM. Sales terhitung sepi sekalipun harga rendah. Menurut dia, penjualan di mall memang tergantung musim, misalnya Februari lalu ramai karena tingkat kunjungan juga tinggi dengan banyaknya event. “Sepekan kemarin saja penurunan sekitar 15 persen,” tegasnya. (ley/fia)