Enam Rute Baru dan Delapan Pesawat di 2014

MALANG POST – Pasar penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) yang cukup besar membuat Citilink banyak mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisi di segmen market tersebut. Setelah resmi membuka penerbangan Surabaya – Johor Bahru pada Sabtu (15/3) lalu, kini maskapai tersebut bersiap membuka rute Surabaya – Singapura.
CEO Citilink, Muhammad Arif Wibowo menuturkan, ada enam penerbangan internasional yang akan dibuka tahun ini. Selain ke Johor Bahru dan Singapura (sekitar April-Mei), maskapai anak perusahaan Garuda Indonesia tersebut akan membuka penerbangan ke Hongkong, Taiwan, dan Perth.
“Untuk ekspansi tersebut, kami akan mendatangkan delapan pesawat baru hingga akhir tahun. Saat ini ada 24 pesawat jenis New Airbus A230 yang melayani 23 kota dengan frekuensi penerbangan mencapai 137 per hari,” rinci Arif.
Tak hanya fokus menambah rute penerbangan, Arif mengatakan Citilink juga fokus untuk memperbaiki On Time Performance (OTP). Pada kuartal pertama 2014 ini, OTP Citilink masih berada pada posisi 80 persen, atau masih berada di bawah target tahun ini yang dipasang di angka 85 persen.
“Kejadian-kejadian force majeur menjadi penghambat OTP. Mulai dari asap di Sumatra, hingga erupsi kelud yang membuat sejumlah bandara tutup dan penerbangan di non aktifkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi menambahkan, strategi Citilink yang menjadikan Surabaya sebagai gerbang ekspansi bisnis dinilai tepat. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur cukup tinggi.
“Pada tahun 2012 lalu, 7.72 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Pada 2013 lalu memang turun, namun kontribusinya terhadap nasional mengalami peningkatan,” urai dia.
Wahid mengatakan, pada 2013 lalu, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur berada pada angak 6.55 persen. Sumbangan PDRB terhadap PDB nasional sebesar 15.02 persen atau naik dari tahun 2012 lalu sebesar 14.89 persen.
“Jawa Timur menjadi generator pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia wilayah timur. Maka sungguh tepat jika Citilink menjadikan provinsi ini sebagai basis ekspansi bisnis,” tegas dia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Jarianto mengungkapkan, kehadiran Citilink yang membuka jalur internasional juga diharapkan mampu mengenalkan potensi wisata Jawa Timur sehingga mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan dari luar negeri.
“Ada 765 tujuan wisata di Jawa Timur. Pemerintah provinsi siap untuk bekerjasama memberikan data-data informasi untuk disosialisasikan ke penumpang Citilink,” tutur Jarianto.(fia)