Sour Sally Ekspansi ke Malang

MALANG – Kehadiran gerai frozen yoghurt Sour Sally di Kota Malang mengusung target tinggi. Mengambil konsep Sour Sally Mini, gerai tersebut menargetkan omzet Rp 2 juta per hari.
Chief Executive Officer Sour Sally, Ardyanta Syahreza menuturkan bila targetnya memang tinggi.
“Rp 2 juta ini merupakan target minimal. Setidaknya harus sampai Rp 3 juta,” tuturnya.
Menurut dia, target tinggi itu berdasarkan perkembangan pesat Sour Sally selama ini. Di beberapa kota lain keberadaannya menjadi primadona. Konsepnya, untuk di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Manado atau Yogyakarta berupa tenant atau gerai. Sementara untuk second city seperti yang diusung di Malang, lebih ke Sour Sally Mini dengan mengusung booth.
Ardyanta menyebutkan, dengan omzet tersebut per bulannya target sebesar Rp 60 juta. Dia semakin optimis, karena kehadiran gerai yang pertama kali berdiri tahun 2008 ini berada di sebuah rumah sakit. Tepatnya di Persada Hospital, rumah sakit yang mengusung konsep premium, dengan target pasien kalangan menengah ke atas.
“Tentunya kami menyesuaikan tempat usaha. Ketika berada di rumah sakit yang mengambil konsep seperti Mount Elizabeth di Singapura, maka kami optimis. Apalagi, pilihan menu minuman atau makanan lain sangat terbatas di Persada Hospital ini,” tegas dia.
Dia menambahkan, frozen yoghurtnya ditawarkan dengan harga mulai Rp 16 ribu sampai Rp 36 ribu, yang terdiri dari tiga ukuran, milai dari cup mini hingga cup family. Untuk targetnya, selain keluarga pasien rumah sakit, juga masyarakat di sekitar Perumahan Araya.
“Bila sudah terdengar keberadaannya, tidak menutup kemungkinan pengunjung Plaza Araya juga mampir ke sini, seperti yang terjadi pasca pembukaan rumah sakit lalu,” beber dia kepada Malang Post.
Sementara itu, dengan adanya Sour Sally Mini di Malang ini merupakan gerai kedelapan. Sedangkan untuk Sour Sally, jumlahnya sudah 40 gerai. “Total sudah ada 48 gerai, dari target 50 di tahun ini,” pungkas dia. (ley/fia)