Xenia, Backbone Daihatsu dengan Ground Clearance Tertinggi

MALANG – Distribusi yang tersendat, akibat kondisi force majeur di berbagai wilayah, membuat pangsa pasar otomotif, melemah di awal tahun. Kendati demikian, Daihatsu tetap optimis penjualan tahun ini masih akan tumbuh minimal 15 persen.
Kepala PT Astra Internasional Tbk-Daihatsu Cabang Malang menjelaskan, Xenia menjadi satu diantara tiga backbone Daihatsu, untuk menguasai pasar otomotif di Indonesia. Dua backbone lain adalah Terios dan Ayla.
‘’Sebagai kendaraan backbone, Xenia memberikan kontribusi yang besar terhadap penjualan Daihatsu. Pada Februari lalu, kendaraan ini menyumbangkan penjualan sebesar 23 persen,’’ urai dia kepada Malang Post.
Agus menuturkan, kendaraan berkapasitas tujuh penumpang ini, pada triwulan pertama 2014, telah menguasai market low dan middle Multi Purpose Vehicle (MPV) sebesar 23 persen.
Di tahun ini, Agus menegaskan, Xenia harus mampu menguasai 28 persen pangsa pasar low dan middle MPV. ‘’Di tahun ini, target penjualan khusus untuk Xenia sekitar 80 hingga 90 per bulan untuk Daihatsu area Malang,’’ imbuh dia.
Ia menuturkan, target tersebut optimis tercapai. Pasalnya, Xenia memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki competitor. Diantaranya ground clearance yang lebih tinggi dari standart MPV lain.
‘’Rata-rata ground clearance mobil MPV adalah 180 mm. Xenia, ketinggiannya 200 mm. sehingga lebih aman saat melewati lubang di jalan raya ataupun melewati banjir dengan ketinggian sekitar 30 cm,’’ urai dia.
Selain ground clearance yang tinggi, Xenia juga lebih tangguh di tanjakan. Hal ini dikarenakan mobil yang dibandrol dengan harga mulai Rp 147 juta tersebut memiliki roda penggerak di bagian belakang. Sementara MPV lain menerapkan sistem roda penggerak di depan. ‘’Sistem roda penggerak yang berbeda inilah yang membuat Xenia unggul saat melewati tanjakan,’’ urai dia.
Saat ini, ada dua jenis kapasitas mesin yang ditawarkan Xenia, yaitu 1000 cc dan 1300 cc. Di kelas 1000 cc, ada empat tipe yang ditawarkan yaitu standart, plus, deluxe, dan sporty. Sementara di kelas 1300 cc, keempat varian tersebut ditambah dengan Atevo.
‘’Atevo adalah Xenia dengan spesisifikasi paling tinggi. Menggunakan persneling otomatis dengan harga Rp 202 juta,’’ tutur dia.
Dari beberapa tipe tersebut, Agus mengatakan, di kelas 1000 cc, seri standart menjadi pilihan. Di kelas ini, konsumen yang mendominasi adalah para pelaku bisnis travel. Sedangkan di kelas 1300 cc, tipe yang paling banyak disuka konsumen adalah deluxe dan sporty.
‘’Di kelas 1300 cc, deluxe memiliki fasilitas lengkap seperti velg racing dan audio. Kalaupun ada penambahan, konsumen tak perlu menambah terlalu banyak. Tapi jika ingin yang full variasi, biasanya mereka memilih tipe sporty,’’ pungkas dia. (fia/avi)