Perhiasan Perak Sepi Peminat

MALANG – Trend penjualan perhiasan perak cenderung mengalami penurunan selama dua bulan pertama 2014 ini. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya omzet bulanan yang jauh dari pencapaian 2013 lalu. Kepala Toko Yobel Silver Malang Town Square (Matos), Minarsih mengungkapkan, untuk 2014 ini rata-rata penjualan perhiasan perak baru mencapai Rp 50 juta. “Turunnya hampir 50 persen. Sedangkan tahun lalu per bulannya di kisaran 80 juta per bulan,” ungkapnya.
Menurut dia, sepinya penjualan ini mengikuti trend penjualan emas yang terjadi belakangan. Selain itu, semakin beragamnya bisnis perhiasan non emas di Kota Malang juga turut berpengaruh. “Semakin banyak saingan tampaknya untuk setahun belakangan,” tandas dia. Hasilnya, ketika kunjungan ke pusat perbelanjaan menurun, minat pembelian perhiasan perak di mall pun ikut sepi.  Bahkan, Februari lalu saja tidak mencapai Rp 60 juta, sesuai dengan target di awal tahun.
Padahal, tahun lalu pencapaian sales di Yobel Silver di angka Rp 100 juta saat Februari. Hal yang sama juga diakui oleh Sales Iis Silver Matos, Angga Febrian. Dia menyebutkan, bila omzetnya kini di kisaran Rp 30 juta saja. “Jauh dari omzet tahun lalu. Turun sekitar 20 persenan,” bebernya kepada Malang Post. Februari lalu masih sedikit tertolong dengan kemunculan beberapa produk baru.  
Bertepatan dengan persiapan valentine, banyak anak muda berburu perhiasan yang harganya dipatok di kisaran Rp 40.000 per gram. Sehingga, satu pieces perhiasan pun harganya tidak mencapai Rp 200.000. “Rata-rata hanya Rp 150 ribuan. Bisa mencapai Rp 500.000 juga dengan bentuk yang rumit, juga berat di atas 10 gram. Sebenarnya tidak kalah menarik dari emas, karena tampilannya juga berkilau. Februari ini salesnya masih Rp 40 juta,” tandas dia. (ley/mar)